Akhir Tragis Martina Mahasiswi UKI, Dibunuh Pria Pemujanya

Oleh Fauzan pada 28 Des 2017, 03:04 WIB
Diperbarui 30 Des 2017, 02:13 WIB
Akhir Tragis Martina Sang Mahasiswi, Dibunuh Pria Pemujanya

Liputan6.com, Toraja - Hidup Martina Marni berakhir tragis. Mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja itu dibunuh oleh lelaki yang memuja dirinya sejak tiga bulan terakhir.

Saat jenazahnya ditemukan pada Selasa, 19 Desember 2017 lalu, di Kampung To' Batu, Dusun Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, tubuh gadis berusia 22 tahun itu dipenuhi luka bekas tusukan benda tajam.

"Mayatnya waktu ditemukan penuh luka tusuk di sekujur tubuh, ditutupi ranting dan daun di semak belukar," kata Direktur Kriminal Umum Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi (KBP) Andi Indra Jaya, kepada Liputan6.com, Sabtu, 23 Desember 2017.

Si pembunuh adalah pemuda yang jatuh hati kepada Martina yang bernama Putra. Namun, ia lebih akrab disapa Utta. Pemuda berusia 19 tahun itu mengaku nekat menghabisi nyawa pujaan hatinya karena cintanya ditolak.

"Jadi pelaku (Putra) naksir sama korban (Martina Marni). Namun karena cintanya ditolak, ia pun nekat membunuh korban," kata Indra.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, Martina pamit dari rumahnya sekitar pukul 07.00 Wita pagi untuk pergi ke kampus. Nahas, di tengah perjalanan ia dibunuh secara keji oleh Putra.

"Pelaku memukul korban menggunakan balok kayu hingga pingsan di leher belakangnya, lalu menarik tubuh korban ke dalam semak belukar," tutur Indra.

 

 

2 dari 3 halaman

Kabur ke Makassar

Akhir Tragis Martina Sang Mahasiswi, Dibunuh Pria Pemujanya
Si pria pemuja Martina membunuh mahasiswi itu setelah ungkapan cintanya ditolak berkali-kali. (Liputan6.com/Fauzan)

Tak berhenti sampai di situ, Putra lalu menghabisi nyawa Martina menggunakan pisau dapur. Berdasarkan hasil visum luar pihak kedokteran, nyaris sekujur tubuh Martina dipenuhi luka tusuk.

"Tujuh tusukan di dada dan perut. Dua tusukan di perut kanan, luka robek pada ibu jari dan kelingking di telapak tangan kiri. Luka robek pada jari manis, jari tengah, dan telunjuk di tangan kanan. Luka robek pada betis kiri. Luka robek pada lutut kanan serta luka lecet pada punggung kanan," Indra merinci.

Setelah membunuh Martina Marni, Putra lalu melarikan diri dan meninggalkan jasad gadis itu di tengah semak belukar. Empat hari berselang aparat kepolisian dari Tim Khusus Polda Sulsel berhasil mengetahui keberadaan Putra.

"Kita mendeteksi keberadaan pelaku di Kota Makassar. Siang tadi anggota langsung bergerak cepat dan mengamankan pelaku," ucap Indra.

Pada Sabtu, 23 Desember 2107, sekitar pukul 10.30 Wita, Tim Khusus Polda Sulsel berhasil mengamankan Putra di rumah kosnya di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

"Pelaku ini ternyata seorang siswa pelayaran di BP2IP Barombong," kata Indra.

3 dari 3 halaman

Ditolak Berkali-kali

Akhir Tragis Martina Sang Mahasiswi, Dibunuh Pria Pemujanya
Si pria pemuja Martina membunuh mahasiswi itu setelah ungkapan cintanya ditolak berkali-kali. (Liputan6.com/Fauzan)

Setelah ditangkap polisi, Putra mengakui dirinya telah menghabisi nyawa Martina Marni. Ia juga mengaku selain membunuh gadis yang menolak cintanya itu, Putra juga sempat menyetubuhinya.

"Iya, saya sempat berhubungan badan dengan dia (Martina Marni) setelah saya membunuhnya, tapi cuma satu kali," kata Putra saat ditemui di Posko Timsus Polda Sulsel, Sabtu, 23 Desember 2017.

Pemuda bertubuh pendek itu juga mengakui sebelum membunuh Martina, ia telah berusaha meluluhkan hati gadis pujaannya itu.

"Saya sudah nyatakan cinta berkali-kali, tapi ditolak terus. Saya sudah paksa, dia tetap tidak mau," ujarnya.

Setelah menghabisi nyawa Martina, Putra lalu kabur membawa dua buah telepon genggam milik Martina ke Kota Makassar. "Saya curi juga hapenya, baru saya kabur," katanya.

Direktur Kriminal Umum Polda Sulsel, AKBP Andi Indra Jaya, menambahkan pihaknya akan menyerahkan Putra ke Polres Tana Toraja untuk penyelidikan lebih lanjut mengingat lokasi pembunuhan berada di sana.

"Ditambah lagi, pelaku ini ternyata pernah melakukan kejahatan lain berupa pencurian dengan pemberatan beberapa kali," kata pejabat menengah berpangkat tiga bunga itu.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓