Cek Tren Terompet Tahun Baru 2018 di Kampung Ini

Oleh Panji Prayitno pada 19 Des 2017, 13:30 WIB
Diperbarui 19 Des 2017, 13:30 WIB
Terompet Khas Cirebon
Perbesar
Terompet karakter karya warga kampung terompet Cirebon. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Momen Tahun Baru tinggal menghitung hari. Sejumlah persiapan pun dilakukan, termasuk salah satunya menyiapkan terompet yang menjadi pernak-pernik untuk menyemarakkan malam pergantian tahun itu.

Beragam jenis terompet tahun baru siap dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia. Sejumlah perajin di kampung terompet Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon tengah sibuk membuat berbagai macam model terompet.

"Pesanan sejak bulan November jadi kita mulai buat terompet tiga bulan sebelumnya," kata salah seorang perajin terompet Cirebon, Sunarma, Senin, 18 Desember 2017.

Beberapa terompet Tahun Baru pun dibuat dengam beragam karakter. Ada terompet berkarakter satwa, seperti terompet capung, kuda, ayam ketawa, kupu-kupu, lebah, naga, dan bebek. Untuk karakter terompet bernuansa seni, perajin membuat terompet tokoh wayang cepot dan burak, serta barongsai.

Selain dua karakter tersebut, perajin juga membuat terompet yang terinspirasi dari makanan tradisional, yakni terompet boneka gembira.

Sunarma menjelaskan, terompet boneka gembira tersebut terinspirasi dari makanan khas yakni onol-onol. Makanan tersebut terbuat dari tepung terigu, dicampur gula merah dan taburan kelapa.

"Sejenis kue klepon jadi terompet," dia menjelaskan.

Simak video pilihan berikut ini:

 

 

2 dari 2 halaman

Model Terompet Kekinian

Terompet Khas Cirebon
Perbesar
Terompet Khas Cirebon. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Desa Jamblang sebagai desa yang memproduksi terompet ini sudah dikenal puluhan tahun. Di kalangan industri mainan dan kerajinan, terompet Desa Jamblang adalah salah satu yang banyak diminati.

Terompet yang dibuat juga tak hanya dijual di Cirebon atau Jawa Barat, tetapi para perajin juga sering mengirim hasil karyanya ke luar Pulau Jawa, seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Terompet yang dijual Rp 120 ribu per kodi tersebut juga sudah punya pelanggan tetap.

"Kadang kalau tidak kebagian pesanan, penjualnya langsung datang ke desa kami belanja banyak," kata pemilik usaha kerajinan terompet Desa Jamblang, Kabupaten Cirebon, Widi.

Menurut Widi, karakter terompet yang dijualnya tersebut sangat kekinian. Sebagian besar, pembeli terompet adalah anak-anak. Oleh karena itu, karakter satwa yang ditonjolkan karena banyak disukai anak-anak.

Namun demikian, Widi mengatakan, tiap tahun selalu ada model terompet baru yang dibuat. "Ada yang baru, tapi sebagian besar binatang semua," dia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓