Bisnis Hiburan Malam Penyumbang Besar Pendapatan Manado

Oleh Yoseph Ikanubun pada 04 Des 2017, 11:31 WIB
Diperbarui 04 Des 2017, 11:31 WIB
20161217-Bunaken Masih Jadi Primadona Wisata Manado-Sulawesi
Perbesar
Warga duduk di pinggir pantai dekat tulisan 'Welcome to Bunaken' di Pulau Bunaken, Manado, Sabtu (17/12). Pemprov Sulut gencar melakukan promosi pariwisata dengan tujuan mendatangkan turis sebanyak mungkin hingga ke Tiongkok. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Manado - Manado menjadi salah satu kota yang terkenal dengan dunia hiburan malamnya. Puluhan diskotek, klub malam, hingga pub bertebaran di berbagai kawasan yang menjadi daya tarik penikmat hiburan malam baik warga setempat maupun wisatawan dari luar daerah.

"Masyarakatnya yang terbuka membuat Manado menjadi pilihan menikmati hiburan malam, selain tentunya Bali dan Jakarta," ujar Hence Frans, warga Manado yang lama bermukim di Jakarta, Minggu 3 Desember 2017.

Semaraknya tempat-tempat hiburan ini ternyata berkontribusi terhadap pajak daerah. Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Manado, Harke Tulenan, mengatakan realisasi penerimaan pajak hiburan telah mencapai 72,44 persen dari target sebesar Rp 11,5 miliar pada tahun ini.

Hingga Oktober 2017, pajak hiburan berkontribusi Rp 8,33 miliar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manado.

"Pajak hiburan memberikan pemasukan yang cukup signifikan bagi PAD Manado, dari 10 sektor pajak yang ditetapkan pemerintah kota berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2011," kata Harke.

 

Sumber-Sumber Pajak di Manado

Ilustrasi tempat hiburan malam (iStock)
Perbesar
Ilustrasi tempat hiburan malam (iStock)

Harke mengatakan, pajak hiburan berasal dari 10 sumber yang merupakan penyelenggaraan hiburan di Manado, dengan besaran pajak yang berbeda satu dengan lainnya.

"Pajak hiburan itu antara lain tontonan film, tari dan busana, tempat hiburan malam, panti pijat, refleksi, mandi uap atau spa, serta pusat kebugaran," ungkap dia.

Dia mengatakan, target pajak hiburan tidak berubah pada APBDP 2017, yakni Rp 11,5 miliar seperti yang ditetapkan pusat. Oleh karena itu, pihaknya berusaha mencapai 100 persen.

Sementara Wakil Ketua DPRD Manado, Richard Sualang, mengingatkan BPPRD Manado agar memaksimalkan kinerja untuk mencapai target yang sudah ditetapkan tersebut.

Richard mengatakan, PAD dari sektor hiburan merupakan salah satu penopang pendapatan daerah yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan daerah serta program-program pemerintah yang merupakan janji politik kepala dan wakil kepala daerah.

"Dengan memaksimalkan kinerja maka capaian 100 persen, bukanlah hal yang mustahil dan harus selalu melakukan uji petik serta konfirmasi untuk menghindarkan upaya penggelapan pajak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Richard.

Meski begitu, Sualang menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja BPPRD Manado dalam mengumpulkan pajak. Sebab, bukan hanya sektor hiburan saja, sektor lainnya juga sudah berada di atas 90 persen.

 Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓