Drama Pencarian 2 Pemancing yang Raib di Pantai Karangbolong

Oleh Muhamad Ridlo pada 03 Des 2017, 18:00 WIB
Diperbarui 03 Des 2017, 18:00 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggalam Pantai Karangbolong, Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Basarnas)
Perbesar
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggalam Pantai Karangbolong, Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Basarnas)

Liputan6.com, Kebumen - Teriakan kencang seorang anggota Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengagetkan puluhan relawan dan warga Karangbolong Kecamatan Buayan, Kebumen, di Sabtu petang yang muram.

Teriakan itu adalah kabar baik, sekaligus buruk untuk para pencari. Sang anggota Tim SAR, melihat sesosok tubuh manusia timbul tenggelam, mengapung sekitar 400 meter dari garis pantai yang saat itu tengah diterjang tinggina ombak pantai selatan.

Usai teriakan, kesibukan yang terstrukur pun dimulai. Suara-suara radio meningkahi suara deburan ombak dan angin. Maryadi, sang Komandan Lapangan Badan Search and Rescue (Basarnas) memutuskan, mengevakuasi jenazah menggunakan perahu SAR Tim Lawet Perkasa.

Keputusan yang sulit. Pasalnya, saat itu gelombang tinggi tengah terjadi. Namun, keputusan harus diambil cepat lantaran jenzah masih terapung di tengah lautan dan berpotensi terseret arus dan kembali hilang.

Maka, empat orang pemberani menjadi tim evakuasi. Mereka pun lantas menerjang ombak pantai selatan setinggi empat meter yang sanggup memecah perahu fiber. Tak sampai 1 jam, tepat ketika waktu salat magrib tiba, mereka kembali mendarat.

"Jam 17.50 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban sekitar 1 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian," kata Kepala Humas Basarnas Pos SAR Cilacap, Saeful, Minggu, 3 Desemeber 2017.

Kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, korban berhasil teridentifikasi. Dia adalah Jabarudin Sadewa (25) warga Desa Tambak Mulyo RT 03/02, Kecamatan Puring, Kebumen. Proses identifikasi berlangsung cepat lantaran banyak anggota keluarga Jabarudin yang berada di lokasi.

2 dari 3 halaman

Kronologi 4 Pemancing Diterjang Gelombang Tinggi

Korban diidentifikasi sebagai Jabarudin Wahab, warga Puring, Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Basarnas)
Perbesar
Korban diidentifikasi sebagai Jabarudin Wahab, warga Puring, Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Basarnas)

Petang itu pula, jenazah Jabarudin dibawa ke Puskesmas Puring untuk diperiksa. Selesai pemeriksaan, jenazah diserahkan kepada keluarganya.

Namun, pekerjaan Tim SAR Gabungan belum usai. Satu korban keganasan ombak pantai selatan, Riki Asmari (31), teman satu desa almarhum Jabarudin, belum ditemukan. Riki bersama Jabarudin adalah dua korban hilang dalam peristiwa terseretnya empat pemancing di Pantai Karangbolong, Kebumen, Jumat pagi, 1 Desember 2017.

Saat itu, empat pemancing, Riki, Jabarudin, Suparja dan Junaedi tengah memancing di Pantai Karangbolong. Dalam keadaan normal, posisi keempat pemancing ini aman. Namun, mereka tak mempertimbangkan gelombang tinggi memang tengah terjadi di laut selatan Jawa, efek badai cempaka.

Celakanya, mereka tak menyadari ada gelombang setinggi empat meter yang tiba-tiba menyapu karang tempat mereka memancing. Kontan keempat orang ini berjatuhan ke laut dan terseret.

Beruntung, Suparja dan Junaedi berhasil menyelamatkan diri dengan berenang melawan arus dan tetap berada di permukaan. Namun, Riki dan Jabarudin hilang tenggelam dalam pusaran arus bawah laut.

"Kedua korban sedang memancing bersama kedua rekannya dan datang ombak yang langsung menghantam kedua korban hilang tersapu ombak dan kedua rekannya berhasil selamat," dia menerangkan.

3 dari 3 halaman

Pencarian Terkendala Ombak Tinggi Laut Selatan

Lantaran ombak tinggi, pencarian hanya dilakukan dengan penyisiran pantai dan tebing karang. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Basarnas)
Perbesar
Lantaran ombak tinggi, pencarian hanya dilakukan dengan penyisiran pantai dan tebing karang. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Basarnas)

Komandan Basarnas Pos SAR Cilacap, Moelwahyono mengatakan hingga Minggu, pencarian tak bisa dilakukan maksimal lantaran terjadi gelombang tinggi. Sebab itu, pencarian tak bisa dilakukan dengan penyisiran laut. Penyisiran hanya bisa dilakukan dari pinggir pantai.

"Tim gabungan tidak bisa melakukan penyisiran lewat laut dikarenakan cuaca di sekitaran LKP tinggi ombak pantai selatan mencapai 4 meter," Mulwahyono menjelaskan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari sekitar 60 orang dibagi menjadi dua SRU atau regu pencari. SRU pertama mencari lewat daratan dan tebing di area sekitar hilangnya dua pemancing. Sementara SRU kedua menyisir pantai Suwuk ke arah timur kurang lebih 3 km mengingat arus laut mengarah ke timur.

Dalam pencarian ini, tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Pos SAR Cilacap, BPBD Kebumen, Pos TNI AL Logending Kebumen, PMI Kebumen, SAR Elang Perkasa, SAR Lawet Perkasa, Orari, RAPI, dan Sakti Pena. Keluarga dan nelayan setempat juga terlibat dalam pencarian ini.

"Kami juga menyebarkan informasi ke nelayan, pemancing, dan warga pesisir yang mungkin saja menemukan korban," ucap Mulwahyono.

Lanjutkan Membaca ↓