Air dari Sumber Gunung Agung Berkurang dan Tambah Panas?

Oleh Dewi Divianta pada 21 Nov 2017, 13:00 WIB
Devy Kamil PVMBG

Liputan6.com, Denpasar - PVMBG melakukan penelitian intensif terhadap laporan warga Desa Kesimpar, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, mengenai penurunan debit mata air.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, menjelaskan dalam laporan yang diterima oleh institusinya, warga melaporkan terjadinya penurunan debit sumber mata air di desa tersebut yang dibarengi dengan kenaikan suhu mata air.

"Menindaklanjuti laporan itu, kami sudah melakukan pemeriksaan visual, pengukuran suhu air, dan pengumpulan keterangan lainnya dari warga sekitar," kata Devy pada Senin (20/11/2017).

Dari hasil penelitian, Devy menilai tak ada penurunan debit dan peningkatan suhu mata air sebagaimana dilaporkan oleh seorang warga bernama Wayan Dana. Suhu air berkisar antara 24.2-24.5 celcius.

"Air tampak bening, tidak berbau dan tidak ada sesuatu yang bersifat anomali di lokasi mata air," ujar Devy.

Dari hasil penggalian keterangan informasi dari warga yang sering bersembahyang di lokasi mata air juga menyatakan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi pada mata air.

"Tidak ada perubahan debit maupun suhu air, termasuk selama krisis kegempaan Gunung Agung," tuturnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan PVMBG mengantisipasi perubahan atau terjadinya anomali mata air, maka telah dipasang peralatan monitoring suhu tambahan pada mata air di Desa Kesimpar dengan sampling rate suhu setiap 1 jam.

"Sehingga, saat ini suhu air pada mata air tersebut sudah dimonitor secara kontinyu," kata Devy.

Sebelumnya, seorang warga bernama Wayan Dana melaporkan telah terjadinya penurunan debit air di sumber mata air di desanya. Penurunan debit air itu dibarengi dengan naiknya suhu mata air.

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

2 of 2

Gunung Agung Masih Siaga

evaluasi status awas Gunung Agung
alasan status Gunung Agung harus dievaluasi

Sebelumnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali memperpanjang keadaan darurat penanganan pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem hingga 23 November 2017.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Indra mengatakan, keadaan darurat diperpanjang selama 14 hari untuk memudahkan penanganan para pengungsi yang masih bertahan di pos pengungsian.

Dikutip dari Antara, Dewa Indra mengatakan, surat pernyataan perpanjangan darurat penanganan pengungsi Gunung Agung telah ditandatangani Gubernur Made Mangku Pastika pada Jumat (10/11/2017).

Surat dengan nomor 361/11767/SET/BPBD itu sekaligus memperpanjang surat pernyataan keadaan darurat penanganan pengungsi sebelumnya yang berakhir pada Kamis, 9 November 2017, yang diterbitkan sejak 27 Oktober 2017.

BPBD Bali mencatat jumlah pengungsi hingga Kamis, 9 November 2017, semakin berkurang yang saat ini mencapai 76.348 orang tersebar di 313 titik pengungsian di seluruh Bali. Para pengungsi itu sebagian besar berada di Kabupaten Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.

Penurunan jumlah pengungsi itu seiring dengan penurunan status Gunung Agung dari level IV Awas menjadi level III Siaga pada Minggu, 29 Oktober 2017, karena didorong salah satunya penurunan aktivitas kegempaan.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by