Kapal Tabrak Pulau di Halmahera, Bagaimana Nasib 111 Penumpang?

Oleh Hairil Hiar pada 20 Nov 2017, 16:00 WIB
Diperbarui 20 Nov 2017, 16:00 WIB
Kapal Motor
Perbesar
Kapal Motor Karya Indah menabrak pulau di Halmahera. Foto: (Hairil Hiar/Liputan6.com)

Liputan6.com, Halmahera Selatan - Kapal Motor (KM) Karya Indah yang bertolak dari Pelabuhan Kupal Bacan tujuan Pelabuhan Bastiong, Ternate, menabrak Pulau Kasiruta di Perairan Tanjung Berek, Bacan Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

KM Karya Indah yang mengangkut penumpang sebanyak 111 orang itu dilaporkan menabrak pulau, kemarin malam sekitar pukul 22.50 WIT, dengan posisi bagian depan kapal tersebut masuk ke dalam hutan bakau.

"Sekitar pukul 23.00 WIT pihak Kapal Karya Indah berkoordinasi dengan kami (petugas piket Dishub Pelabuhan Kupal) untuk meminta bantuan evakuasi," kata Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Selatan, Soadri Ingratubun, saat dihubungi Liputan6.com melalui telepon, Senin (20/11/2017) siang.

Dia menambahkan, kapal motor yang dinahkodai Sofian Safi itu sudah berhasil dievakuasi. Pihaknya telah meminta bantuan Tugboat Teras BRI dan KM Ratu Maria yang sedang dalam perjalanan dari Ternate menuju Bacan untuk singgah di TKP.

"Seluruh penumpang pada sudah dievakuasi menggunakan dua kapal (Tugboat Teras BRI dan KM Ratu Maria). Seluruh penumpang saat ini sudah berada di Bacan. Semuanya dalam keadaan selamat," kata Soadri.

Selanjutnya, Syahbandar Pelabuhan Kupal mendata seluruh penumpang kapal motor yang jumlahnya 111 orang. "Untuk kapal saat ini masih berada di TKP sambil menunggu penarikan kapal jika laut mulai pasang," ia menerangkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Gangguan GPS Kapal

Kecelakaan kapal
Perbesar
KM Karya Indah yang bertolak dari Pelabuhan Kupal Bacan tujuan Pelabuhan Bastiong, Ternate menabrak Pulau Kasiruta di perairan Tanjung Berek, Bacan Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Liputan6.com/Hairil Hiar)

Soadri mengatakan kapal asal Manado, Sulawesi Utara, yang berlabuh di Pelabuhan Kupal dan bertolak Minggu, 19 November 2017 pukul 21.00 malam WIT tujuan Ternate itu menabrak dermaga karena adanya gangguan pada alat GPS kapal.

"Untuk kecelakaan lalu lintas laut ini disebabkan gangguan pada alat Global Positioning System (GPS) kapal serta kapten kapal yang belum menguasai rute perjalanan, sehingga menabrak pulau di perairan tersebut," dia menambahkan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian belum dapat diperkirakan karena kapal motor tersebut masih berada di lokasi.

Sebelumnya, prakirawan Cuaca BMKG Maluku Utara mencatat, Minggu, 19 November 2017 pada pukul 22.40 WIT, kondisi cuaca di provinsi berjuluk Negeri Kepulauan Rempah itu berpotensi hujan lebat dan disertai angin kencang.

Kondisi itu terjadi di wilayah Halmahera Selatan, Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah, serta dapat meluas ke wilayah Kota Ternate dan Tidore Kepulauan. Saat itu, kondisi cuaca diperkirakan berlangsung hingga Senin dini hari atau sekitar pukul 01.10 WIT.

Lanjutkan Membaca ↓