Kelompok Bersenjata Anggap Maklumat Kapolda Papua Angin Lalu

Oleh Liputan6.com pada 16 Nov 2017, 10:01 WIB
Diperbarui 16 Nov 2017, 10:01 WIB
Brimob Polda Papua
Perbesar
Brimob Polda Papua dan Satuan Dalmas simulasi anti huru hara. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Liputan6.com, Timika - Beberapa hari lalu, polisi telah menyebar Maklumat Kapolda yang berisi perintah bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menguasai senjata api secara ilegal agar segera menyerahkan diri dan menghentikan segala tindak kekerasan. Namun, hingga sekarang pihak KKB tidak ambil pusing terhadap Maklumat Kapolda Papua itu.

"Kami juga sudah menjalin komunikasi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Tembagapura dan beberapa kampung sekitar itu. Ini semua sebagai bentuk bahwa aparat kepolisian maupun TNI hadir di tengah masyarakat untuk melindungi mereka," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal di di Timika, Kamis (16/11/2017), dilansir Antara.

Ia mengatakan aparat kepolisian terus mengupayakan pendekatan persuasif dan dialog dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) guna meminimalisasi efek yang ditimbulkan kepada kedua belah pihak maupun warga sipil yang masih terisolasi di kampung-kampung sekitar Tembagapura, seperti Banti dan Kimbeli.

Kamal menambahkan saat ini, masih terdapat sekitar 1.300 warga sipil yang terjebak dalam penguasaan KKB di kampung-kampung itu. Sekitar 300-500 orang di antaranya bekerja sebagai pendulang emas tradisional dan pedagang barang kebutuhan pokok.

"Ada sekitar 1.300 warga yang perlu diselamatkan maka upaya persuasif itulah yang perlu dikedepankan," kata Kamal.

Meski begitu, pihaknya menyatakan pasukan gabungan TNI dan Brimob Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Terpadu Operasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dinilai sudah cukup untuk menumpas kelompok itu di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kamal mengatakan saat ini pasukan TNI dan Brimob yang ada di Tembagapura berkekuatan sekitar 200 personel. Selain Satgas Terpadu Operasi KKB, di area PT Freeport Indonesia yang merupakan Objek Vital Nasional itu masih terdapat Satuan Tugas Amole yang juga melibatkan Brimob dan TNI.

"Ada dua Satgas yang ada di Tembagapura yaitu Satgas Amole yang melaksanakan pengamanan PT Freeport dan Satgas Terpadu. Kekuatan yang ada masih cukup untuk mengamankan Kota Tembagapura dan sekitarnya dari teror dan ancaman KKB," kata Kamal.

Dengan kekuatan personel TNI dan Brimob yang sedemikian itu, Kamal berharap secepatnya permasalahan yang terjadi di wilayah Tembagapura dan sekitarnya itu bisa diatasi.

Kelompok bersenjata sudah hampir tiga pekan menduduki dan menguasai beberapa kampung di sekitar Tembagapura seperti Banti, Kimbeli, Utikini Lama, Opitawak bahkan hingga Aroanop. Kelompok tersebut juga semakin masif menyerang aparat keamanan, karyawan PT Freeport dan subkontraktornya, maupun warga sipil.

Sejauh ini, sudah dua orang anggota Brimob Detasemen B Polda Papua tewas akibat diberondong tembakan oleh KKB dan sejumlah rekan mereka mengalami luka-luka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Isi Maklumat Kapolda Papua

Segmen 1: Penembakan di Papua hingga Pemakaman Anggota Brimob
Perbesar
4 korban penembakan kelompok separatis di Kabupaten Puncak, Papua, dievakuasi ke Jayapura. Selain itu, pemakaman jenazah Anggota Brimob.

Polda Papua mengeluarkan maklumat terkait aksi bersenjata yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan operasional PT Freeport di Tembagapura.

Adapun isi maklumat Nomor 1/MKLMT/01/XI/2017 tertanggal 12 Nopember 2017 tersebut adalah sebagai berikut: berdasarkan UU No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata api secara ilegal agar secepatnya meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum (Kepolisian Negara RI) dan agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman, penganiayaan, perampokan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli mengakui sudah mengeluarkan maklumat dan kemudian disebarkan melalui udara. "Saat ini brosurnya sedang diperbanyak dan segera disebarkan agar dibaca dan dipahami serta dilaksanakan," kata Irjen Pol Boy Rafli yang dikutip dari Antara, Senin, 13 November 2017.

Mantan Kadiv Humas Polri itu mengakui, tindakan kelompok kbersenjata saat ini semakin brutal dan membahayakan masyarakat karena dari laporan yang diterima karyawan PT Pangan Sari, Martinus Beanal yang dilaporkan hilang meninggal akibat ditembak.

Satgas Penanggulangan KKB juga berupaya untuk segera membebaskan warga sipil yang disandera dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Berbagai persiapan saat ini sudah dilakukan, termasuk 12 unit bus untuk mengangkut mereka dari Tembagapura ke Timika. Boy berharap evakuasi dapat segera dilakukan.

 

Lanjutkan Membaca ↓