Menolak Hentikan Kendaraan, Wanita Mabuk Tabrak Polantas

Oleh Arfandi Ibrahim pada 09 Nov 2017, 23:03 WIB
Diperbarui 09 Nov 2017, 23:03 WIB
Menolak Hentikan Kendaraan, Wanita Mabuk Tabrak Polantas
Perbesar
Polisi yang ditabrak wanita mabuk mengalami sakit di dada. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Gorontalo - Malang benar nasib yang menimpa Mohamad Khair (29). Anggota Satlantas Polres Gorontalo ini menjadi korban tabrakan saat bertugas di depan SMPN 2 Limboto, Kelurahan Hunggaluwa, Selasa, 7 November 2017, pukul 06.30 Wita. Dia ditabrak oleh seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor.

Informasi yang dirangkum, seperti biasa Brigadir Mohamad Khair menjalankan tugas penjagaan setiap paginya. Kali ini Khair bersama beberapa anggota Satlantas berjaga di depan SMPN 2 Limboto.

Saat bertugas, tiba-tiba muncul pengendara sepeda motor Yamaha Mio tanpa pelat nomor. Ia lalu menyuruh si pengendara motor menepikan kendaraannya.

Mungkin karena perempuan si pengendara motor yang belakangan teridentifikasi berinisial IH alias Indri (26) kaget dan ingin meloloskan diri, ia lalu menabrakkan sepeda motornya ke Bripka Mohamad Khair.

Keduanya terjatuh. Brigadir Khair jatuh dan merasakan sakit di bagian dada dan langsung dilarikan ke rumah sakit MM Dunda Limboto. Sedangkan si perempuan pengendara, IH alias Indri hanya mengalami luka lecet dan cedera kaki.

Saat diinterogasi, Indri yang ditengarai sedang mabuk minuman keras (miras) dari sebuah kafe itu hendak kembali ke tempat kos yang tak jauh dari lokasi. Indri pun langsung diamankan ke Polres Gorontalo untuk interogasi lebih lanjut.

"Betul, telah terjadi kecelakaan tadi pagi (kemarin,red) yang korbannya adalah anggota polisi," kata Kasat Lantas Polres Gorontalo, AKP Satrio Prayogo. Kondisi Brigadir Khair saat berita ini dilansir masih menunggu hasil rontgen dari rumah sakit tentang luka yang dialaminya.

Kasat juga menambahkan, pihaknya sedang mendalami tabrakan itu dan mengimbau agar masyarakat dapat selalu menaati dan mematuhi aturan lalu lintas kapan pun dan dimana pun karena kebiasaan mengabaikan hal itu bisa membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Adu Banteng 2 Truk Boks

Tabrakan antara dua truk boks di Jalan Kudus-Pati kilometer 11 Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakibatkan dua korban meninggal dunia, Kamis (9/11/2017). Kedua korban yang meninggal di tempat kejadian adalah sopir dan kernet truk boks bernopol B 9933 JO yang berjalan dari arah Surabaya menuju Semarang.

Menurut salah seorang warga Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Zulaeha, tabrakan diperkirakan terjadi pukul 05.00 WIB. "Saya mengetahui ketika sedang di rumah mendengar suara tabrakan," ujarnya, dilansir Antara.

Setelah melihat ke luar, kata dia, ternyata terjadi tabrakan truk boks berwarna merah nopol D 8321 FY yang berjalan dari arah Semarang menuju Surabaya dengan truk boks berwarna hijau yang berjalan dari arah Surabaya menuju Semarang. Posisi saat itu, truk berwarna hijau berada di jalur truk berwarna merah.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lalu Lintas Polres Kudus Iptu Sucipto menjelaskan bahwa kecelakaan diduga karena sopir mengantuk, karena pukul 05.00 WIB tergolong rawan mengantuk bagi para sopir yang mengoperasikan kendaraan melewati jalur tersebut.

"Untuk memastikan penyebab kecelakaan, menunggu hasil penyelidikan karena bisa juga karena sopir truk berwarna hijau berupaya mendahului kendaraan lain, kemudian terjadi tabrakan," ujarnya.

Jika melihat posisi tabrakan, kata dia, sopir truk boks bernopol B 9933 JO yang berjalan dari arah timur atau Surabaya berjalan "melambung" ke kanan, sehingga mengakibatkan terjadinya tabrakan karena dari arah berlawanan muncul truk boks bernopol D 8321 FY.

Akibat kecelakaan tersebut, dua orang meninggal dunia, yakni sopir dan kernet truk bernopol B 9933 JO, sedangkan sopir truk berwarna merah sudah lebih dahulu dievakuasi ke rumah sakit. "Kami belum mengetahui kondisi terakhir sopir truk merah," ujarnya.

Terkait dengan penerangan jalan di tempat itu, kata dia, bisa dikoordinasikan dengan pemda setempat, jika memang perlu penambahan penerangan. Kernet truk boks berwarna merah, Dani Ramdani mengakui saat kejadian kondisi jalan cukup gelap.

"Truk boks yang menabrak truk yang ditumpanginya melaju kencang dan sopir juga belum sempat banting stir," ujarnya. Ia juga mengaku tidak mengetahui kondisi sopirnya yang bernama Jejen Nana Sabna asal Cimahi, karena langsung dilarikan ke rumah sakit.

Arus lalu lintas yang melintasi Jalan Kudus-Pati, di Desa Klaling, sempat mengalami kepadatan karena dilakukan evakuasi korban meninggal, yakni sopir dan kernet truk boks bernopol B 9933 JO, yang selesai sekitar pukul 08.15 WIB.

Meninggalnya sopir dan truk tersebut karena tergencet bodi truk yang ringsek cukup parah setelah menabrak truk boks dari arah berlawanan, sedangkan proses evakuasinya juga cukup sulit.

Truk boks berwarna merah juga mengalami kerusakan. Namun, kerusakan cukup parah pada bodi truk yang berada tepat di bagian tempat duduk sopir.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya