Nasib 3 Korban Ledakan Pabrik Mercon Asal Tegal Masih Misterius

Oleh Fajar Eko Nugroho pada 30 Okt 2017, 13:02 WIB
Diperbarui 30 Okt 2017, 13:02 WIB
Gudang Mercon Meledak di Tangerang
Perbesar
Sejumlah petugas mengevakuasi sejumlah korban ledakan pabrik kembang api di Komplek Pergudangan 99, Jalan Raya Salembaran, Cengklong, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten (26/10). (AFP Photo/Demy Sanjaya)

Liputan6.com, Tegal - Belasan warga asal Kabupaten Tegal menjadi korban ledakan pabrik mercon di Tangerang. Mereka merupakan pekerja di pabrik tersebut. Saat kejadian, mereka sedang melakukan pengepakan berbagai jenis mercon.

Dari dua belas korban ledakan asal Tegal, lima orang dinyatakan selamat, sementara empat orang mengalami luka-luka, dan tiga orang belum ditemukan.

Kepala Desa Balaradin Kecamatan Lebaksiu Umar Utsman menyebutkan, empat warga Tegal yang mengalami luka-luka, yaitu Tanzilal Umam, Deni Purwanto, Kardiman, dan Anggi Panji Pangestu, sedangkan Khalimi, Muhammad Taenari, dan Yusli belum diketahui nasibnya.

"Informasi terkini yang saya terima dari keluarga para korban, kalau tiga orang masih belum jelas nasibnya atau masih hilang," ucap Umar Utsman, Minggu, 29 Oktober 2017.

Korban luka berat hampir 80 persen, yakni Kardiman dan Anggi Panji Pangestu, sedangkan yang mengalami luka ringan adalah Tanzilal Umam dan Deni Purwanto.

"Sejak hari Sabtu kemarin saya dan keluarga korban sudah di Jakarta. Korban terluka saat ini dirawat di RSIA Bun Kosambi, RS Polri Kramatjati, dan RSUD Tangerang," katanya.

Keluarga berharap Khalimi, korban ledakan pabrik mercon, bisa segera ditemukan. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Menurut Muanah (37) yang merupakan kakak kandung dari korban hilang, Khalimi, pihaknya saat ini masih menunggu kejelasan nasib adik kandungnya itu yang hingga kini ini keberadaannya masih misterius.

"Ya harapan saya atau keluarga semoga cepat ada kejelasan. Sehingga kami, keluarganya mengetahui apakah Khalimi meninggal atau bagaimana," keluh Muanah.

Saat ini, lanjut dia, kakak-kakak Khalimi sudah berada di Jakarta bersama Kepala Desa Balaradin untuk mencari info terkini mengenai adik bungsunya itu.

Khalimi lahir di Kabupaten Tegal pada 7 Maret 1993 dari pasangan Warno dan Kasminah. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Ia hidup dengan kakak-kakaknya. Setelah lulus SMK, ia langsung merantau dan mengadu nasib di Ibu Kota sebagai pekerja di sebuah pabrik mercon.

 

Simak video pilihan berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya