5 Napi Lapas Abepura Kabur Usai Ancam Sipir dengan Barbel

Oleh Liputan6.com pada 25 Okt 2017, 11:03 WIB
Diperbarui 25 Okt 2017, 11:03 WIB
Ilustrasi narapidana
Perbesar
Ilustrasi (Reuters)

Liputan6.com, Jayapura - Sebanyak lima narapidana di Lapas Klas IIA Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, dilaporkan melarikan diri setelah melompat pagar tembok, pada Selasa pagi, 24 Oktober 2017, sekitar pukul 11.45 WIT.

Kepala urusan (Kaur) Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Yahya Rumra mengatakan kelima narapidana itu adalah Agus Alua, Hery Kosay, Paul Doga, Maikel Sabulai, dan Feli Tabuni.

"Salah satu dari lima narapidana yang lari itu terlibat kasus pemerkosaan, sedangkan empat orang lainnya terlibat kasus pencurian dengan kekerasan," katanya di Jayapura, dilansir Antara.

Mengenai kronologis, Yahya mengemukakan bahwa para napi merusak pagar Pos 2 setelah mengancam petugas sipir di pos tersebut dengan menggunakan barbel (alat angkat besi). Mereka kemudian berlari ke arah Pos Utama.

Selanjutnya, para narapidana tersebut menggunakan mobil pikap yang sedang parkir sebagai media untuk melompati pagar dari Pos Utama ke arah luar Lapas Abepura.

"Dengan barbel itu pula, mereka merusak pagar di Pos 2, lalu berlari ke Pos Utama dan lompat keluar lapas dengan bantuan mobil pikap terparkir di areal itu," katanya.

Setelah berhasil kabur, sekitar pukul 12.00 WIT, personel dari Koramil 1701-03/Abepura Kodim Jayapura yang dipimpin Danramil Abepura Lettu Caj Hagar Samon dan anggota Polsek Abepura dipimpin oleh Iptu Daniel Toding tiba di Lapas Abepura dan selanjutnya berkoordinasi terkait peristiwa itu.

Yahya menambahkan peristiwa larinya lima napi tersebut bukan pertama kali terjadi, karena hal itu pernah terjadi beberapa waktu lalu.

"Ada dugaan bahwa para narapidana itu lari sudah direncanakan tapi hal ini masih diselidiki," kata Yahya.

Terkait persoalan ini, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Ham Provinsi Papua Abner Banosro mengatakan para narapidana yang kabur itu melancarkan aksinya saat sedang hujan lebat dengan menjebol pagar kawat menggunakan barbel.

"Kami sedang telusuri lebih lanjut soal masalah ini. Kiranya dengan ada penerimaan pegawai lapas yang baru, para tahanan atau narapdana tidak kabur lagi," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya