Nasib Lulusan Sekolah Kebidanan Usai Bantu Aborsi

Oleh Liputan6.com pada 23 Okt 2017, 13:31 WIB
Diperbarui 23 Okt 2017, 13:31 WIB
Ilustrasi Aborsi

Liputan6.com, Majene - FR, wanita muda yang baru saja lulus sekolah bidan diamankan kepolisian. Warga Majene, Sulawesi Barat itu diamankan lantaran diduga membantu seorang wanita menggugurkan kandungannya di belakang Gudang Bulog, Rangas Timur, Banggae, Majene, Sulawesi Barat.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy mengatakan, FR diamankan di rumahnya pada Kamis, 19 Oktober 2017, malam. Asri menuturkan, pihaknya bergerak setelah mendapat informasi adanya praktik aborsi di Rangas, Banggae, Majene, Sulawesi Barat pada Minggu, 15 Oktober 2017 lalu.

"Kemudian anggota kami ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pencarian dan ditemukan Andi Iin Indrayani yang diduga sebagai pelaku aborsi," kata Asri dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Liputan6.com di Jakarta, Minggu, 22 Oktober 2017.

Ia melanjutkan, untuk pelaku Andi Iin diamankan di rumah warga sekitar. Dia mengatakan, pelaku nekat melakukan aborsi karena hamil di luar nikah. Kemudian polisi langsung menginterogasi pelaku dan meminta menunjukkan lokasi penguburan janin yang berusia 5 bulan itu.

"Lalu kami melakukan olah TKP. Setelah dilakukan olah TKP, kemudian janin tersebut dibawa ke RSUD Majene untuk dilakukan autopsi," ucap Asri.

Sementara dari keterangan FR, ia mengaku berperan memasangkan obat aborsi ke dalam tubuh Andi Iin. "Pada malam harinya janin keluar dan dikuburkan langsung oleh Andi Iin di belakang Gudang Bulog," kata Asri.

Selain mengamankan dua tersangka, sambung Asri, pihaknya juga mengamankan Sitti Suhra alias Lula, seorang pegawai Honorer RSUD Polewali Mandar. "Lula ini diduga penyedia obat aborsi bagi tersangka lainnya," tandas Asri.

Saat ini, seluruh tersangka kasus aborsi ini telah ditahan di kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Majene untuk diproses hukum lebih lanjut.

  

Simak video pilihan berikut ini: