Ritual Khusus Sebelum Bermain Sepak Bola Api

Oleh Fajar Eko Nugroho pada 12 Okt 2017, 10:30 WIB
Diperbarui 12 Okt 2017, 10:30 WIB
Sepak Bola Api
Perbesar
Serunya Turnamen Sepakbola Api Jelang Hari Santri di Brebes (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Liputan6.com, Brebes - Permainan sepak bola api sering dimainkan oleh para santri-santri di pesantren. Para pemain harus menjalani ritual khusus sebelum memainkannya. Tujuannya agar panas tak terasa, api tak membakar kulit. Maklum saja, bolanya diiringi api yang berkobar-kobar.

Ritual tersebut di antaranya puasa selama satu bulan yang bertujuan untuk membersihkan diri, menghindari makanan yang dimasak dengan api, dan membaca bacaan khusus yang tiap daerah mungkin berbeda karena memiliki keyakinan yang berbeda. Tetapi semua itu mempunyai tujuan sama, agar tubuh pemain yang terkena bola api tidak merasakan panas saat memainkannya.

Permainan ini harus dimainkan oleh orang dewasa, karena syarat untuk memainkannya perlu teknik yang benar dan ritual khusus. Bahaya jika yang memainkan bola api adalah anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa.

Selain itu, permainan ini juga melatih keberanian untuk tidak takut akan bahaya yang diterima karena permainan ini bisa melukai tubuh akibat panasnya bola api. Permainan sepak bola api tradisional ini memiliki unsur kebersamaan, dengan mengutamakan sportivitas juga kekompakan.

"Permainan ini dapat dinikmati oleh para pemain maupun penontonnya, sehingga kerukunan dapat tercipta," kata Ketua Panitia Tahun Baru Islam dan Hari Santri Nasional 2017, Athoilah Syatori, Rabu, 11 Oktober 2017.

Pada turnamen tahun ini di Brebes, grup sepak bola api dari Ponpes Fathurohmah Kubangpari Kersana akhirnya berhasil menjadi juara satu setelah mengalahkan ponpes dari Manarul Huda Bandungsari Banjarharjo dengan skor 3-2. Sementara juara 3 diraih Ponpes Taallamul Huda Ganggawang Salem.

Saksikan video pilihan di bawah ini: