Bela Istri, Suami Lawan Beruang Ganas Pakai Tangan Kosong

Oleh M Syukur pada 04 Okt 2017, 08:09 WIB
Diperbarui 06 Okt 2017, 07:13 WIB
20160408-Ilustrasi-Beruang-iStockphoto

Liputan6.com, Riau - Pasangan suami istri di Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, diserang beruang liar ketika menderes getah karet di kebun. Akibat, sang istri bernama Buni meninggal akibat serangan hewan karnivora itu, sementara suaminya Sarudi kritis dan dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru.

Penuturan kepala desa setempat, Rino Chandra, kejadian itu terjadi pada Selasa, 3 Oktober 2017, sekitar pukul 10.00 WIB. Keduanya berangkat dari rumahnya sejak pagi untuk menderes getah karet.

Tanpa disadari, tiba-tiba ‎hewan buas itu langsung menyerang Buni. Melihat itu, sang suami langsung berusaha menolong istrinya dan bertarung melawan beruang dengan tangan kosong.

"Namun, keganasan beruang tidak tertandingi kedua pasangan suami istri tersebut hingga menyebabkan keduanya terluka parah," kata Rino kepada wartawan kala dihubungi dari Pekanbaru, Selasa, 3 Oktober 2017 petang.

Rino menerangkan, Buni mengalami luka parah di bagian wajah dan badannya akibat cakar beruang. Perempuan 47 tahun itu akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Sarudi dilarikan ke rumah sakit karena luka serupa dan masih kritis.

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau turut prihatin atas kejadian ini. BBKSDA sudah mendapat laporan serangan beruang di kebun karet tersebut.

"Anggota BBKSDA ‎sudah mendampingi korban di rumah sakit," ujar Humas BBKSDA Riau, Dian Indriarti, kala dihubungi terpisah.

Dian menyebut BBKSDA juga telah turun ke lokasi dan menyiapkan kerangkeng untuk menangani konflik antara beruang dan masyarakat setempat. Kepolisian juga dilibatkan pencarian dengan menyusuri kebun karet dan sawit di lokasi.

"WWF juga turun bersama aparat desa dan pihak pihak terkait lainnya," kata Dian.

Saksikan video pilihan berikut ini!