Posisi Terakhir 7 Korban Tewas Keracunan Asap Genset

Oleh Zainul Arifin pada 29 Sep 2017, 23:01 WIB
Diperbarui 29 Sep 2017, 23:01 WIB
Keracunan asap genset
Perbesar
Tujuh pekerja ditemukan tewas di ruang genset di Balai Desa Ngadas, Kabupaten Malang, diduga akibat kekurangan oksigen dan menghirup karbon dioksida (CO2). (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Malang - Tujuh pekerja tewas di ruang pertemuan Balai Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Diduga, mereka tertidur di ruang tertutup dan lupa mematikan genset. Alhasil, mereka menghirup karbon dioksida (CO2) atau keracunan asap genset

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setyono mengatakan, posisi masing-masing korban saat pertama ditemukan menunjukkan dalam posisi tidur hingga tak sadar menghirup asap genset.

Posisi saat ditemukan, ada yang duduk, ada pula yang seperti tiduran berselimut. "Mungkin saat itu mereka tertidur dan tanpa sadar menghirup asap beracun itu," ucap Bagyo di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar, Malang, Jumat (29/9/2017).

Ketujuh korban itu antara lain Hasrul Purnomo, warga Kedungpring, Lamongan dan M Yusuf warga Samaan, Klojen, Kota Malang. Keduanya adalah operator tower Telkomsel. Sedangkan lima korban lainnya adalah para pekerja bangunan Balai Desa Ngadas.

Kelima pekerja yang keracunan asap genset itu adalah Ahmad Syaifudin, Nur Rokhim, Imam Syafii, dan Irawan, warga Desa Wonorejo, Poncokusumo, Kabupaten Malang, serta Jumadi, warga Turen, Kabupaten Malang.

Bagyo menambahkan, genset itu milik Telkomsel sebagai cadangan energi jika listrik padam. Genset dan operator sudah ada sejak 2015 sebagai penguat sinyal komunikasi saat aktivitas vulkanik Gunung Bromo meningkat.

"Ruang pertemuan itu memang tertutup. Knalpot genset pendek, maka uapnya tak bisa langsung terbuang ke luar," tutur Bagyo.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Listrik Padam Saat Rapat Desa

Keracunan asap genset
Perbesar
Tujuh pekerja ditemukan tewas di ruang genset di Balai Desa Ngadas, Kabupaten Malang, diduga akibat kekurangan oksigen dan menghirup karbon dioksida (CO2). (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Sebelumnya, Kartono, salah seorang warga Desa Ngadas, mengatakan bahwa pada Kamis, 28 September 2017, listrik di wilayah itu padam. Pada pukul 20.00 WIB, ada rapat warga yang membahas berbagai program desa, termasuk pelebaran jalan desa di Balai Desa Ngadas. Rapat yang dipimpin kepala desa itu selesai pada 23.30 WIB.

Selanjutnya, pada saat itu juga ada dua petugas Telkomsel dan lima orang pekerja bangunan Desa Ngadas berusaha untuk menyalakan genset di Balai Desa, karena listrik padam.

"Para pekerja dan petugas dari Telkomsel itu menginap dan tidur di balai desa," ujar Kartono, dilansir Antara.

Namun, imbuh Kartono yang juga mantan Kepala Desa Ngadas itu, pada Jumat, sekitar pukul 06.30 WIB, kepala desa mendapatkan laporan bahwa tujuh orang tersebut belum bangun dan kemudian dicek ke lokasi.

Ketujuh orang tersebut ternyata sudah meninggal dunia. Seluruh jenazah korban dievakuasi yang selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUD Saiful Anwar, Malang.

Kartono mengatakan pula, ketujuh orang tersebut menghidupkan genset di ruang rapat yang tertutup, sehingga ada dugaan mereka kekurangan oksigen dan keracunan CO2 karena genset mengeluarkan asap karbon dioksida.

Lanjutkan Membaca ↓