Hari Tanpa Hujan Terlama Picu Kekeringan di Jawa Barat

Oleh Arie Nugraha pada 29 Sep 2017, 18:05 WIB
Diperbarui 29 Sep 2017, 18:05 WIB
Kekeringan
Perbesar
Akibat kekeringan, sejumlah warga Sumba Tengah, NTT, setiap hari terpaksa mencari ubi beracun yang tumbuh di lereng-lereng bukit untuk dikonsumsi. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Bandung - Tiga Pos Hujan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) berhasil memantau kekeringan ekstrem terpanjang di dua kawasan Subang dan satu kawasan di Indramayu, Jawa Barat.

Kekeringan yang terjadi lebih dari dua bulan itu  dicatat di Pos Hujan Karanganyar, Kecamatan Pusaka Nagara, Kabupaten Subang dengan panjang hari tanpa hujan selama 86 hari. Informasi itu merupakan data per 20 September 2017 yang dihimpun berkala oleh BMKG.

Adapun Pos Hujan Pusaka Nagara, Kecamatan Pusaka Nagara, Kabupaten Subang dengan panjang hari tanpa hujan selama 85 hari serta Pos Hujan Cidempet, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu dengan panjang hari tanpa hujan selama 84 hari. 

Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya, meski pada dasarian II September 2017, sebagian besar wilayah Jawa Barat mendapatkan distribusi curah hujan dengan kriteria rendah.

Beberapa wilayah juga mendapatkan distribusi curah hujan dengan kriteria menengah, seperti di sebagian wilayah Bogor Tengah dan Purwakarta Selatan. Tetapi hasil pemantauan sebagian besar wilayah di Jawa Barat, mengalami hari tanpa hujan dengan kriteria panjang  selama 21-30 hari dan sangat panjang yaitu 31-60 hari.

"Saat ini memang masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Wajar terjadi hujan ringan di beberapa daerah di Jawa Barat," kata Tony Agus Wijaya, Jumat (29/9/2017).

Tony Agus Wijaya menjelaskan, turunnya hujan ringan saat ini tidak mengubah keadaan 32 kawasan di Jawa Barat yang mengalami hari tanpa hujan sangat panjang, yaitu 31 - 60 hari. Hal itu terjadi di kawasan Lemah Abang, Tambun daerah Bekasi, kawasan Teluk Bango, Batu Jaya, Teluk Buyung, Pasir Ukem, Pataruman daerah Karawang.

Selain dua daerah itu kata Tony, hal serupa pula terjadi di kawasan Dangdeur daerah Subang, kawasan Juntinyuat, Krangkeng daerah Indramayu, kawasan Waduk Darma daerah Kuningan, kawasan Rentang, Sadawangi, Banjaran, Rawa, Sunia, Pajajar, Talaga, Cikijing daerah Majalengka.

Selain itu kawasan Bantardewa daerah Ciamis, kawasan Malangbong, Leles, Banyuresmi, Haurwangi daerah Garut, kawasan Cikancung Kabupaten Bandung, kawasan Bojong Picung, Cidaun daerah Cianjur dan kawasan Lengkong, Cikaso, Tegal Buleud daerah Sukabumi. 

"Update data hari tanpa hujan tiap 10 hari sekali, nanti akhir bulan tanggal 30 kami update," ujar Tony Agus Wijaya.

Sementara untuk peringatan dini kekeringan di Jawa Barat telah diterbitkan oleh otoritas pemnatau cuaca tersebut. Wilayah yang berpotensi kekeringan ekstrim yaitu lebih dari 60 hari tanpa hujan, terjadi di kawasan Salam Darma, Karang Anyar, Pusaka Nagara, Ciasem daerah Subang.

Kawasan Cinangka, Purwakarta, Cikao Bandung daerah Purwakarta, kawasan Cimalaka daerah Sumedang, kawasan Losarang, Cidempet, Indramayu, Bondan daerah Indramayu, Gegesik-Cirebon, Talaga-Majalengka dan Ciparay-Bandung.

Saksikan video pilihan berikut ini!