Warga Maluku Tenggara Spontan Gelar Aksi Blokir Jalan

Oleh Abdul Karim pada 20 Sep 2017, 02:01 WIB
Diperbarui 20 Sep 2017, 02:01 WIB
Warga Blokade Jalan
Perbesar
Perbatasan Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara diblokade warga, Senin, 18 September 2017. (Liputan6.com/Abdul Karim)

Liputan6.com, Maluku Tenggara - Aktivitas warga di Kabupaten Maluku Tenggara berhenti setelah sejumlah warga memblokir jalan utama sejak Senin pagi, 18 September 2017.

Jalan-jalan utama yang diblokade warga antara lain, perempatan depan Lanud Dumatubun Langgur, Kompleks Mangga Dua Langgur, Komplek kediaman Bupati Maluku Tenggara di Langgur, Jalan Telaver Pertigaan samping PLTD Langgur, serta Jembatan Watdek yang menghubungkan antara Kabupaten Malra dan Kota Tual.

Menurut keterangan warga, dugaan sementara, aksi blokade jalan ini dilakukan setelah polisi menyergap salah satu bandar togel yang tinggal di dekat rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Tenggara Enggel Betus Dumatubun.

"Iya pagi tadi ada penyergapan, polisi lalu mengeluarkan tembakan peringatan," kata salah satu warga yang meminta tak disebutkan namanya.

Mendengar bunyi tembakan, warga keluar rumah. Salah satunya Ketua KPU Malra yang langsung menanyakan perihal tindakan polisi mengeluarkan tembakan peringatan tersebut.

Namun, bukannya berbicara secara baik-baik, seorang aparat polisi yang menghampiri Enggel kemudian menembakkan pistolnya ke udara, tepat di samping telinga Ketua KPU Malra tersebut. Peristiwa itu disaksikan istri dan anaknya. Cekcok pun terjadi.

Warga yang tinggal berdekatan dengan rumah Ketua KPU Malra lalu ramai-ramai keluar rumah, sebagian di antara mereka membunyikan tiang listrik sehingga menambah kehadiran massa.

Pada pukul 05.00 WIT para anggota polisi yang menggerebek bandar togel kemudian membubarkan diri. Namun, masyarakat sudah terlanjur emosional melihat ulah polisi tersebut. Aksi pemblokiran jalan pun tak terhindarkan sebagai bentuk protes.

Simak video pilihan berikut ini: