Kekeringan Ekstrem Landa Cirebon, Traktor Petani Berubah Fungsi

Oleh Panji Prayitno pada 16 Sep 2017, 00:01 WIB
Diperbarui 16 Sep 2017, 00:01 WIB
Traktor
Perbesar
Traktor petani diubah menjadi alat pengangkut air bersih. Foto: (Panji Prayitno/Liputan6.com)

Liputan6.com, Cirebon - Kekeringan ekstrem menghantui warga Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Lebih dari tiga bulan, warga di Desa Gegesik mengalami krisis air bersih. Bahkan sejumlah sumur di perkampungan warga juga sudah mengering.

Para petani juga tidak bercocok tanam, hingga mereka beralih profesi. Bahkan salah seorang warga setempat Sarmin nekat mengubah fungsi traktor untuk berjualan air bersih yang didapat dari PDAM setempat.

"Sudah lebih dari tiga bulan saya keliling ke pelosok desa," kata Sarmin, Kamis 14 September 2017.

Dalam sehari, Sarmin menjual 120 drigen ke pada warga setempat. Air untuk keperluan rumah tangga tersebut dijual Rp 5.000 per tiga drigen.

Dia mengaku, di kawasan Desa Gegesik Kulon sendiri merupakan salah satu desa terparah akibat kekeringan ekstrem. Tidak sedikit dari warga yang memanfaatkan air kubangan yang letaknya tidak jauh dari kantor balai desa.

"Kadang kalau airnya habis, warga juga manfaatkan air yang ada. Kebanyakan kubangan air yang kotor juga dimanfaatkan," ujar dia.

Sarmin mengaku tak bisa berbuat banyak terhadap dampak dari kekeringan ekstrem ini. Dia hanya berharap pemerintah daerah setempat turun langsung ke lapangan menangani krisis air di Desa Gegesik Kulon ini.

Terpisah, imbas kemarau panjang juga terjadi di Kabupaten Kuningan. Warga Desa Cirukem, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat harus mandi dan cuci baju di sungai yang kotor dan berlumut lantaran sumur warga mengering.

Salah seorang warga, Asih mengatakan, sudah lebih dari dua bulan memanfaatkan sungai kotor untuk keperluan rumah tangga.

"Airnya kotor dan berlumut belum lagi banyak sampah di sungai," kata Asih.

Dia mengatakan, selain mencuci, tidak sedikit sungai tersebut digunakan untuk mandi. Warga juga harus mengantre air di tempat wudlu mesjid setempat.

"Kalau lagi tidak ada air di masjid ya air di sungai kami pakai juga untuk kebutuhan sehari-hari," ujar dia.

Warga juga berharap pemerintah segera turun tangan. Sebab, warga juga khawatir jika terlalu sering mengkonsumsi air kotor akan berimbas kepada kesehatan mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini!