Penyebab Tenggelamnya Kapal Rezeki Baru di Tarakan

Oleh Abelda Gunawan pada 26 Jul 2017, 10:01 WIB
Diperbarui 26 Jul 2017, 10:01 WIB
Kronologi Tenggelamnya Kapal Rezeki Baru di Perairan Tarakan
Perbesar
Saat kapal Rezeki Baru tenggelam di perairan Tarakan, cuaca sedang cerah dan ombak tidak terlalu tinggi. (Liputan6.com/Abelda Gunawan)

Liputan6.com, Balikpapan - Kapal cepat (speedboat) SB Rezeki Baru Kharisma rute Tarakan–Tanjung Selor, Kalimantan Utara, mengalami peristiwa nahas selepas berlayar dari Pelabuhan Tengkayu, Selasa, 25 Juli 2017, pukul 09.40 Wita. Kapal bertipe long boat yang memuat 55 penumpang itu terbalik hanya berjarak 200 meter dari bibir Pelabuhan Tengkayu Tarakan.

"Kapal baru saja berangkat berlayar dengan tujuan Tanjung Selor membawa 55 penumpang. Sekitar 10 menit kemudian tenggelam di perairan Tarakan," kata Kepala SAR Balikpapan Kalimantan Timur, Mujiono, saat dihubungi.

Tim SAR laut yang terdiri atas Basarnas Tarakan, Speed Sea Raider TNI AL, Pol Air Tarakan, KPLP Tarakan, Kal 07, Speed Mamburungan, dan masyarakat setempat bahu-membahu menyelamatkan para korban kapal tenggelam.

Dalam proses evakuasi ini, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 41 jiwa penumpang beserta kru kapal SB Rezeki Baru Kharisma. "Operasi sejak pagi hingga sore berhasil menyelamatkan 41 jiwa penumpang yang bertujuan ke Tanjung Selor," kata Mujiono.

Selain itu, Mujiono juga menyebutkan adanya 10 korban yang ditemukan sudah tewas tenggelam di perairan Tarakan. Para korban tewas teridentifikasi bernama Zulkifli, Nuraini, Luthfi bin Basir, Sinar, Marianto dan Evi Damayanti. Sebanyak empat orang masih dinyatakan hilang.

"Sisa korban ditemukan tanpa identitas, sehingga kami sebut Mr dan Mrs X. Ada pula korban bayi laki-laki yang tidak ada identitasnya," ujarnya.

Sesuai keterangan para saksi korban selamat, Mujiono menyebutkan, nakhoda kapal mendadak panik beberapa saat melaju keluar dari Pelabuhan Tengkayu Tarakan. Nakhoda bernama Bongket ini seperti menghindari sesuatu dengan membanting arah kapal ke kanan dan ke kiri yang menyebabkan kapal berukuran panjang 13 meter itu terbalik.

"Dia seperti menghindari sesuatu dengan membanting ke kanan dan kiri. Akhirnya kapal terbalik," ujarnya.

Mujiono memperkirakan, nakhoda berusaha menghindari batang kayu yang sering hanyut terbawa aliran laut di Tarakan. Saat ini, cuaca dalam kondisi cerah dengan ketinggian ombak yang normal.

"Cuaca dan ketinggian ombak juga normal, sehingga tidak bisa membalikkan kapal," tuturnya.

Tim SAR Tarakan sempat menghentikan sementara proses pencarian korban yang kemungkinan merupakan penumpang Kapal SB Rezeki Baru Kharisma. Pencarian para korban tenggelam akan dilanjutkan kembali hari ini.

"Karena mungkin saja masih ada penumpang yang tidak tercatat di manifes kapal, yakni empat orang yang dinyatakan hilang. Tapi, bisa saja dia naik kapal yang lain," ujar Mujiono.

Polres Tarakan Kalimantan Utara menindaklanjuti insiden nahas ini dengan memeriksa nakhoda kapal, Bongket, berikut anak buah kapal Muse. Polisi menelusuri adanya unsur kelalaian angkutan penumpang yang menimbulkan korban jiwa.

"Motoris dan ABK-nya masih kami periksa," kata Kepala Polres Tarakan AKBP Dearystone Michael Hence Royke.

Dearystone enggan mengungkapkan perkembangan terbaru proses penyidikan pada para saksi ini. Dia hanya menegaskan, polisi bertindak profesional dan transparan dalam mengungkap dugaan pelanggaran pelayaran manifes penumpang kapal SB Rezeki Baru Kharisma.

"Pemeriksaan pada para saksi masih terus berlangsung, Kami masih mengumpulkan fakta-fakta yang menyebabkan peristiwa kecelakaan ini. Status nakhoda dan ABK masih sebagai saksi," ujarnya seraya menambahkan polisi juga memeriksa para korban yang mengetahui detail kecelakaan.

Pangkalan Utama TNI AL Tarakan turut mengerahkan personelnya guna membantu proses pencarian empat korban dinyatakan hilang. Mereka menerjunkan lima sarana patroli kapal menelisik perairan laut di sekitar Pelabuhan Tengkayu Tarakan.

"Kami mengerahkan kapal pencari dan mobil ambulans untuk membawa para korban," kata Kadispen Lantamal XIII, Kapten (Laut) Ali Siwasiwan.

Selain sarana kapal patroli, TNI AL menerjunkan para penyelamnya untuk menelusuri dalam perairan sekitar Pelabuhan Tengkayu. Ada kemungkinan korban yang terperangkap di kedalaman bebatuan dan sampah di sekitar pelabuhan.

Saksikan video menarik di bawah ini: