Pekerja Tambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor

Oleh Aceng Mukaram pada 15 Jul 2017, 23:01 WIB
Diperbarui 15 Jul 2017, 23:01 WIB
Pekerja Tambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor
Perbesar
Ilustrasi Tanah Longsor

Liputan6.com, Landak - Penambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Kurnia, Desa Semedang, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kembali memakan korban. Kabid Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Kombes Sugeng Hadi Sutrisno menjelaskan, insiden itu terjadi pada Kamis, 13 Juli 2017, sekitar pukul 11.30 WIB.

"Mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat kejadian PETI di
lokasi milik warga setempat bernama Remondus. Korban meninggal dunia bernama Riski (23)," kata Sugeng di Pontianak, Jumat, 14 Juli 2017.

Sugeng menjelaskan peristiwa itu terjadi saat korban bersama tiga rekannya bernama Dedi Saputra, Uteh dan Ujang Lapok berada di sekitar mesin dompeng. Ketika itu, Riski sedang menarik gas mesin saat dari arah belakang, tanah tiba-tiba longsor.

Karena jarak antara tempat berdiri dan longsoran begitu dekat, Riski tidak sempat menghindar hingga tertimbun longsor. Sementara, tiga rekannya yang lain berhasil menyelamatkan diri.

"Dedi Saputra (24) mengalami luka ringan gores di kaki kanan, sedangkan Uteh (22) dan Ujang Lapok (27) mengalami lecet," kata Sugeng.

Atas kejadian itu, keluarga korban tewas yang diketahui merupakan keponakan pemilik alat menolak autopsi. Keluarga juga menerima santunan yang diberikan pihak pemilik alat sebesar Rp 27 juta.

"Kedua belah pihak menyetujuinya dan tidak menuntut di kemudian hari," kata Sugeng.

Atas kejadian itu, polisi meminta agar warga menghentikan penambangan emas ilegal. Hal itu demi mencegah nyawa manusia melayang akibat penambangan tak berizin yang biasanya tak memenuhi standar keamanan.

Saksikan video menarik di bawah ini: