Awas, Jalur Mudik Cilacap dan Sumatera Barat Rawan Longsor

Oleh Muhamad RidloM Syukur pada 20 Jun 2017, 18:01 WIB
Diperbarui 25 Jun 2017, 08:27 WIB
Jalur mudik

Liputan6.com, Cilacap - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meminta pemudik mewaspadai bahaya longsor di Jalan Nasional Lintas Selatan (JLS) ruas Cilacap. Sebab, sekali pun sudah memasuki kemarau, nyatanya pada dasarian kedua Juni 2017 ini hujan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi di wilayah tersebut.

"Potensi longsor di sepanjang jalur mudik Cilacap masih ada karena hujan masih terjadi hingga saat ini," ucap Kepala Unit Pelaksana Teknis (BPBD) Cilacap Wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono, Senin, 19 Juni 2017.

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi belasan titik rawan longsor yang tersebar di lima kecamatan jalan utama mudik Lebaran 2017. Kelima kecamatan tersebut, yakni Daeyuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, dan Karangpucung.

"Ini kalau seperti di daerah Cilacap barat ini mulai dari Dayeuhluhur, Wanareja, terus Karangpucung ada, Cimanggu juga ada. Masing-masing kecamatan sudah kita identifikasi titik longsornya," ujar dia.

Edi mencontohkan, area tebing rawan longsor antara lain di ruas jalan Perkebunan Warung Batok di Kecamatan Dayeuhluhur, Perkebunan Cikukun di Kecamatan Wanareja, tebing Sindanghaji di Kecamatan Cimaanggu, dan Ciporos di Kecamatan Karangpucung.

Dari lima kecamatan rawan longsor tersebut, BPBD Cilacap mengidentifikasi dua kecamatan, yakni Daeyuhluhur dan Wanareja sebagai kecamatan paling rawan longsor. Sebab, sepanjang jalur mudik terdapat tebing curam yang mengapit badan jalan.

Alat Berat Disiagakan

Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas akibat terjadi longsoran BPBD bekerja sama dengan Bina Marga menyiagakan alat berat di beberapa titik agar bisa segera dikerahkan jika terjadi longsoran yang menutup badan jalan.

"Jadi begitu ada bencana tanah longsor, alat berat akan digerakkan," kata dia.

BPBD Cilacap,ujar Edi, juga menyiagakan personel di tiap Pos Pengamanan Terpadu untuk mengantisipasi bencana alam yang terjadi di jalur mudik.

"Dalam rangka menghadapi Idul Fitri, kita jelas menyiagakan seluruh personel di titik-titik rawan. Terutama titik rawan longsor di Cilacap Barat. Kemudian di area pos pengamanan, kita juga terlibat di sana, untuk pelayanan pemudik-pemudik," tutur dia.

Edi menambahkan, pihaknya juga mewaspadai kemungkinan longsor di jalan penghubung antardesa dan kecamatan di luar jalur mudik. Pasalnya, sekali pun bulan ini sudah masuk kemarau, beberapa kali terjadi hujan lebat dan memicu longsor kecil.

"Bahkan, hujan lebat awal pekan ini sempat menyebabkan banjir di Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap," ia membeberkan.

Lantaran itulah, Edi mengimbau agar pemudik juga mewaspadai gangguan cuaca berupa hujan lebat disertai angin kencang.

"Jika terjadi gangguan cuaca, pemudik pesepeda motor sebaiknya berhenti untuk berlindung. Bagi pengemudi mobil bisa mengurangi kecepatan. Itu untuk menghindari kecelakaan," Edi Sapto Priyono memungkasi.



Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

2 of 2

Jalur Pekanbaru - Kampar Rawan Longsor

Ilustrasi Tanah Longsor
Ilustrasi Tanah Longsor

Longsor juga menghantui para pemudik yang ingin pulang kampung ke Sumatera Barat‎ dari arah Riau. Mereka diimbau berhati-hati karena di sejumlah titik jalur lintas di lokasi tersebut rawan longsor. Meski sudah ada jalur alternatif, kondisinya masih sama, yaitu rawan longsor jika diguyur hujan.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menjelaskan, titik rawan itu berada di jalur lintas Pekanbaru-Kampar yang menuju langsung ke Sumatera Barat. Selanjutnya jalur alternatif ada di jalur lintas di Kabupaten Kuantan Singingi.

"Daerah tersebut rawan longsor karena tanahnya perbukitan," kata gubernur yang akrab disapa Andi Rachman itu usai gelar pasukan Operasi Ramadniya Siak 2017 untuk mengamankan mudik Lebaran di SPN Pekanbaru, Senin siang, 19 Juni 2017.

Sebagai langkah antisipasi, Andi Rachman sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan longsor. Pada H-7, alat itu sudah wajib ada di lokasi untuk menghindari hal tak diinginkan.

"Juga sudah diperintahkan UPT-UPT terkait yang punya tugas perbaikan jalan untuk menyiagakan alat berat," kata politikus Partai Golkar Riau ini.

Meskipun sejumlah jalur lintas tidak siap pengerjaannya, Andi Rachman menyatakan persiapan pengamanan mudik tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Dia pun mengimbau para pemudik hati-hati dan mendoakan mereka selamat sampai tujuan.

Waspadai Jalan Rusak

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyebut bahwa gangguan bagi pemudik tidak hanya longsor. Ada juga jalan rusak, seperti yang terdapat di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kawasan ini merupakan jalur lintas Sumatera yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Provinsi Jambi. Perbaikan jalan di sini sudah dilakukan jauh hari, hanya saja tidak selesai menjelang H-7.

"Masih ada keluhan terkait jalan. Salah satunya berada di Tembilahan, jalannya rusak," ucap mantan Kapolda Maluku Utara ini.

Zulkarnain menyatakan, perbaikan sudah tidak bisa dilakukan pada H-7 Lebaran. Hal itu sudah dirapatkan di pemerintahan pusat karena sebelumnya diperintahkan perbaikan jalan selesai menjelang H-7.

Kondisi ini sangat disayangkan oleh Zulkarnain karena banyak kendala membuat jalan rusak tidak diperbaiki. Salah satunya terkait tender dan regulasi karena jalur lintas merupakan milik negara, sehingga tidak bisa diperbaiki daerah.

Faktor lainnya, ujar Zulkarnain, tidak adanya data lengkap dari instansi terkait di pemerintah daerah maupun kementerian perwakilan Riau tentang jalan rusak dan berlubang di Riau.

"Ini sangat disayangkan karena untuk masyarakat. Sebetulnya kalau mau, di kita ada datangnya, lengkap. Tapi ya sudahlah, sekarang kita fokus mengamankan pemudik agar sampai tujuan," ucap Zulkarnain.

Lanjutkan Membaca ↓