Tradisi Bagi-Bagi Uang Pengusaha Makassar di Pertengahan Ramadan

Oleh Eka Hakim pada 12 Jun 2017, 07:03 WIB
Diperbarui 12 Jun 2017, 07:03 WIB
Tradisi Bagi-Bagi Uang Pengusaha Makassar di Pertengahan Ramadan
Perbesar
Jeritan dan desak-desakan mewarnai proses bagi-bagi uang pengusaha Makassar di pertengahan Ramadan yang sedang hujan saat itu. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar - Seorang pengusaha asal Makassar bernama Ambo Rukka punya tradisi tahunan yang dilakukannya setiap Ramadan. Ia biasa membagikan uang tunai kepada masyarakat kurang mampu dan tukang becak diperkirakan. Jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Pembagian uang tunai tersebut dimulai sejak Minggu siang, 11 Juni 2017, hingga menjelang buka puasa. Ribuan masyarakat sekitar dan dari luar berbondong-bondang datang ke rumahnya di Jalan Mairo Nomor 32, Veteran Utara, Makassar untuk mendapatkan sedekah.

Setiap orang dewasa diberikan Rp 50.000, sedangkan anak-anak mendapat Rp 20.000. Pembagian uang tunai itu rutin dilakukan saat memasuki pertengahan Ramadan sebagai bentuk zakat harta.

Selama pembagian berlangsung, ia dikawal pihak kepolisian dari Polsek Makassar dibantu panitia. Ambo membagikan uang tersebut langsung kepada yang berhak di dalam rumahnya megahnya berpagar tinggi.

Desak-desakan pun tidak bisa dihindari, sebab ribuan warga ingin mendapatkan uang tersebut. Jeritan suara riuh mewarnai pembagian uang tunai itu. Ratusan becak terparkir di Jalan Veteran, sebab rumahnya masuk lorong, sepanjang 20 meter.

Ambo Rukka saat jeda pemberian zakat menuturkan, pembagian harta itu adalah tradisi yang sudah dilakukannya sejak dahulu untuk dijadikan amalan.

"Pemberian sedekah adalah bagian dari pencucian harta dan itu diwajibkan dalam agama. Sudah sebelas tahun saya lakukan seperti ini, tapi ini bukan riya yah," tutur pengusaha sukses itu, dilansir Antara.

Ambo menolak menyebutkan jumlah uang tunai yang dibagikannya. Namun, beberapa sumber mengatakan uang yang dibagikan itu diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Mengenai pembagian sedekah itu, sebut dia, bukan hanya di Kota Makassar, tetapi dilaksanakan di Tanete, Kabupaten Bulukumba, daerah kelahirannya sebagian bentuk syukur kepada Tuhan.

"Jelasnya saya dengan Allah SWT saja yang tahu. Pembagian sedekah tidak di Makassar saja, tapi di Tanete juga, tetapi waktunya berbeda di bulan Ramadan," ucap pengusaha itu dengan tersenyum.

Kendati saat pembagian uang diwarnai hujan lebat, tidak menyurutkan semangat masyarakat ikut mengantre dan berdesak-desakan di pagar rumahnya untuk mendapatkan uang. Bahkan, antrean orang sampai di depan lorong Jalan Mairo.

Salah seorang pengayuh becak, Daeng Sakka (56) rela menunggu beberapa jam sejak pukul 12.30 Wita dengan mengantre untuk memperoleh uang Rp 50.000 pada pukul 15.00 Wita.

"Banyak sekali orang, saya tidak tahu datangnya dari mana, tapi syukur dapat juga uang, dari pada menunggu penumpang yang tidak pasti mending menunggu di sini," ucapnya beralasan.