8 Bangkai Rusa Berserakan di Jalur Pendakian Gunung Lawu

Oleh Fajar Abrori pada 09 Jun 2017, 11:30 WIB
Diperbarui 09 Jun 2017, 11:30 WIB
8 Bangkai Rusa Berserakan di Jalur Pendakian Gunung Lawu
Perbesar
Padang rumput di Gunung Lawu memang menjadi habitat para rusa. (Dok. relawan Cetho)

Liputan6.com, Solo - Delapan bangkai rusa ditemukan di ‎Gunung Lawu, Jawa Tengah. Terdapat bekas tembakan di bangkai rusa yang ditemukan di jalur pendakian melalui Candi Cetho.

Salah satu angota Relawan Cetho (Reco), Dewangga Kris Winarno mengatakan laporan  penemuan bangkai rusa pertama kali disampaikan oleh pendaki yang turun dari Gunung Lawu pada Selasa, 6 Juni 2017.

"Kami menerima laporan pada hari Selasa tetapi tidak disertai foto yang menunjukkan adanya bangkai rusa," kata dia, Jumat (9/6/2017).

Selang satu hari berikutnya, relawan yang akrab disapa Angga itu mengungkapkan ada laporan lagi dari pendaki yang turun dari Gunung Lawu. Mereka melaporkan terkait penemuan bangkai rusa yang disertai dengan bukti foto.

"Pada hari Rabu sore, ada pendaki turun dan menunjukkan foto bangkai rusa. Dari laporan pendaki itu menyebutkan ada enam bangkai rusa," katanya.

Untuk mengecek kebenaran laporan tersebut, Angga dan anggota relawan Reco memutuskan untuk naik ke lokasi penemuan bangkai rusa pada Kamis, 8 Juni 2017. Sesampainya di lokasi penemuan bangkai di Gupakan Menjangan, ternyata setelah ditelusuri, jumlah bangkai yang ditemukan lebih banyak.

"Laporan dari pendaki enam bangkai rusa, tetapi kami malah menemukan ada 8 bangkai rusa. Lokasi penemuan itu memang padang rumput yang menjadi habitat rusa di Gunung Lawu," ujarnya.

Bangkai rusa yang ditemukan itu hanya tersisa kulit, tulang belulang, kepala dan jeroan. Dari sisa bangkai yang ditinggalkan itu, terlihat bekas tembakan  di bagian kulit dan kepala rusa. Sedangkan, kondisi dagingnya telah dipisah dari tulang dan kulitnya.

"Ada tiga kepala rusa ditinggalkan, dua kepala rusa tanpa tanduk dan satu kepala yang memiliki tanduk tetapi ada bekas tembakannya. Kemungkinan yang dibawa pulang kepala rusa yang ada tanduknya dan utuh," jelasnya.

Para relawan selanjutnya mengumpulkan bangkai rusa yang berserakan untuk dikubur menjadi satu.