Ibu dan Anak Tewas Seketika Saat Tunggu Keluarga Menambang Pasir

Oleh Yanuar H pada 08 Mei 2017, 03:03 WIB
Diperbarui 08 Mei 2017, 03:03 WIB
Ibu dan Anak Tewas Seketika Saat Tunggu Keluarga Menambang Pasir
Perbesar
Selain pasangan ibu dan anak, seorang penambang pasir juga meninggal gara-gara tertimpa hasil galiannya sendiri. (Liputan6.com/Yanuar H)

Liputan6.com, Yogyakarta - Tiga orang tewas tertimpa longsoran di tebing Sungai Gendol setinggi sekitar 70 meter di wilayah Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Mereka tewas di lokasi yang berbeda di lokasi tambang pasir.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Pristyawan menjelaskan korban longsor pertama yang meninggal yakni bernama Purwanto. Ia tertimbun galian tambang yang digalinya sendiri. Dua korban longsor lainnya yang juga meninggal di dekat lokasi tambang pasir adalah Esti Rahayu dan Berlian.

"Ini korban longsor di lokasi berbeda ya, tapi sama di lokasi penambangan. Korban (Purwanto) segera dievakuasi penambang di dekat lokasi kejadian," kata Pristyawan, Jumat, 5 Mei 2017.

Ia mengungkapkan, Esti dan Berlian sebelumnya berteduh di bawah tebing menunggu keluarganya yang menambang di Kali Gendol. Sekitar pukul 11.30 WIB, tiba-tiba tebing yang digunakan untuk berteduh runtuh. Tiga orang yang berteduh di bawahnya yakni sopir truk, istri dan anaknya yang tertimbun material tebing.

"Korban ini berteduh di bawah tebing dengan ketinggian puluhan meter," ujarnya.

Mengetahui tebing runtuh, para penambang pasir yang ada di lokasi langsung berupaya menolong. Namun, hanya berhasil menyelamatkan satu orang karena berada di pinggir.

Warga kemudian meminta tolong Tim SAR. Timsar BPBD Sleman, relawan dan kepolisian langsung menuju ke lokasi. Usai proses evakuasi, ketiga korban kemudian dibawa ke RSUP Dr Sardjito.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto menjelaskan, evakuasi dilakukan menggunakan alat berat yang ada di sekitar Kali Gendol. Korban Esti dan anaknya saat itu sedang berteduh di bawah tebing.

"Tahu-tahu ambrol. (Tebing) itu. Mereka ini menunggu keluarganya yang sedang menambang. Kondisinya sedang mendung mau hujan," ujarnya.