Cangkang Kerang Laut Beri Petunjuk Keberadaan Manusia Gua Kalabus

Oleh Liputan6 pada 17 Apr 2017, 13:04 WIB
Diperbarui 17 Apr 2017, 13:04 WIB
Cangkang Kerang Laut Beri Petunjuk Keberadaan Manusia Gua Kalabus
Perbesar
Galeri patung - patung manusia berjajar di dalam Museum Manusia atau Musee de l' Homme, Paris , Perancis, Rabu (14/10/2015). Museum ini didedikasikan untuk pengetahuan bidang antropologi , etnologi dan prasejarah evolusi manusia. (REUTERS/Jacky Naegelen)

Liputan6.com, Jayapura - Penelitian Balai Arkeologi Papua di Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat berhasil menemukan gua hunian prasejarah.

"Oleh masyarakat setempat gua ini diberi nama Gua Kalabus," kata Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua ketika dihubungi dari Kota Jayapura, dilansir Antara, Minggu, 16 April 2017.

Menurut dia, gua tersebut terletak 200 meter di sebelah barat Sungai Kalabu dengan kondisi lantai gua tertutup oleh kotoran burung walet. Sedangkan, mulut gua dan halaman gua kondisinya kering.

"Pada permukaan tanah mulut gua ditemukan gerabah dan sisa makanan berupa cangkang kerang laut," kata Hari.

Berdasarkan artefak yang ditemukan, dapat diketahui fungsi gua Kalabus yaitu sebagai hunian prasejarah. Manusia yang pernah menghuni Gua Kalabus sangat tergantung pada sumber daya alam di sekitarnya.

"Dari temuan sisa makanan berupa cangkang kerang laut, mengindikasikan daya jelajah manusia Gua Kalabus dalam mendapatkan makanan hingga menjangkau pesisir pantai," ujar dia.

Hal itu diperkuat dengan temuan artefak gerabah yang mengindikasikan ada aktivitas pengolahan bahan makanan yang lebih variatif yaitu direbus. "Selain itu, gerabah juga dimanfaatkan untuk menyimpan makanan atau air," kata Hari.

Alumnus Universitas Udayana Bali itu mengatakan pengamatan terhadap jenis tanah di sekitar Gua Kalabus tidak memungkinkan sebagai bahan pembuat gerabah, tetapi diasumsikan keberadaan gerabah berasal dari luar.

"Secara fisik, Gua Kalabus memiliki ruang ruang luas, kondisi gua nyaman dan aman, pencahayaan bagus, permukaan lantai rata dan kering, sirkulasi udaranya pun baik, apalagi dekat dengan sumber air," ujar Hari.

"Gua Kalabus sangat potensial dimanfaatkan manusia sebagai tempat tinggal dan beraktivitas," kata Hari lagi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya