Syukuran Tujuh Bulanan Berakhir dengan Keracunan Makanan

Oleh Panji Prayitno pada 27 Mar 2017, 11:03 WIB
Diperbarui 27 Mar 2017, 11:03 WIB
Syukuran Tujuh Bulanan Berakhir dengan Keracunan Makanan
Perbesar
Sebanyak 48 warga diduga keracunan akibat menyantap makanan dari kotak yang diberikan empunya acara syukuran tujuh bulanan. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Puluhan warga dari RT 01 RW 02, Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon masih mendapat perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai mengikuti syukuran tujuh bulanan di rumah Uda, salah seorang warga setempat pada Minggu, 26 Maret 2017.

Kapolsek Gempol Kabupaten Cirebon Kompol Yana Mulyana mencatat sekitar 48 orang diduga keracunan makanan. Menurut warga, usai mengikuti rangkaian acara syukuran, tuan rumah membagikan makanan yang berisi nasi langgi, ayam, sambal goreng kentang, mie rebus dan makanan tradisional kepada para tetangga.

"Pada pukul 09.00 WIB, beberapa warga merasa mual dan pusing setelah memakan makanan tersebut, dan secara bergantian dibawa ke Rumah Sakit Sumber Waras sampai pukul 12.00 WIB. Kami terima laporan pukul 13.00 WIB dan langsung melakukan cek TKP dan Korban di Rumah Sakit Sumber Waras," kata Yana, Senin (27/3/2017).

Jajaran Polsek Gempol, lanjut Yana, sudah mengamankan barang bukti makanan yang dimasak dari rumah Ibu Engkom. Polisi juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa, rumah sakit dan keluarga korban untuk mengetahui perkembangan korban serta adanya korban lain akibat dugaan keracunan.

Dari jumlah korban diduga keracunan, sebanyak 15 orang pasien dirawat inap masing-masing 12 orang di RS Sumber Waras, dan tiga orang lainnya di RS Arjawinangun. Selain itu, 33 orang menjalani rawat jalan.

"Yang rawat jalan sudah pulang ke rumah masing-masing," kata dia.

Hasil diagnosis sementara disimpulkan korban mengalami keracunan akibat makanan dengan gejala mual dan pusing. "Sampai saat ini tidak ada korban jiwa," ujar Yana.