Warga Desa Sajikan 5.500 Mangkok Sayur Daun Kelor

Oleh Liputan6 pada 06 Mar 2017, 23:05 WIB
Diperbarui 06 Mar 2017, 23:05 WIB
Daun Kelor
Perbesar
Daun Kelor

Liputan6.com, Sigi - Sebanyak 5.500 mangkok sayur daun kelor tersaji di atas meja pada Festival Sayur Kelor yang digelar masyarakat Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Festival unik itu untuk memperingati HUT ke-55 desa tersebut.

Total 19 RW dan RT yang mengambil bagian dalam festival tersebut dengan menyediakan sayur kelor untuk disantap bersama. Kegiatan itu sekaligus untuk sosialisasi kelor sebagai lauk bergizi bagi warga di lembah Palu.

"Jumlahnya pun cukup melimpah karena kelor tumbuh subur di lembah Palu," ujar Kepala Desa Lolu Himran Latjedi saat memberi sambutan pada pembukaan festival yang dihadiri oleh Wabup Sigi Paulina dan Asisten I Pemprov Sulteng Hidayat Lamakarate itu, Minggu 5 Maret 2017, dilansir Antara.

Himran mengatakan pihaknya sangat berkeinginan menjadikan sayur kelor sebagai ikon kuliner di desanya. Karena itu festival tersebut digelar bukan untuk sekali ini saja, melainkan juga diharap pada momen-momen penting mendatang dan di tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

"Di tingkat desa saja festival seperti ini bisa digelar, masa di tingkat yang lebih tinggi seperti kabupaten atau provinsi tidak bisa dilaksanakan," ujar Karomu, salah seorang warga yang ikut hadir dalam festival yang digelar di lapangan Desa Lolu.

Wakil Bupati Paulina mengaku sangat mengapresiasi adanya festival sayur kelor itu. Menurut dia, festival itu setidaknya mencoba mengangkat kekhasan budaya lokal, terutama kuliner khas.

"Kalau ada lombanya ini festival, secara pribadi saya ingin turut berpartisipasi dengan member hadiah bagi pemenangnya. Ini penting, karena siapa tahu dengan kegiatan ini nama Kabupaten Sigi bisa lebih terangkat lagi," kata Paulina.

Apresiasi senada juga dikemukakan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulteng Hidayat Lamakarate. Ia mengatakan festival itu sangat sejalan dengan keinginan pemerintah Suleng untuk menjadikan kelor sebagai salah satu kuliner khas Sulteng.

Beberapa waktu lalu, kata dia, Pemprov Sulteng bahkan menggelar kegiatan pemecahan rekor MURI dengan membuat sekitar 250 makanan yang berbahan dasar dari kelor.

Tak hanya itu, Gubernur Sulteng telah mengajukan proposal untuk mematenkan daun kelor sebagai makanan khas Sulteng. Meskipun sempat diguyur hujan, suasana festival berlangsung cukup semarak.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya