Garis Polisi Dicopot, Bolehkah Air Mancur Joget Lagi?

Oleh Abramena pada 23 Feb 2017, 16:03 WIB
Diperbarui 23 Feb 2017, 16:03 WIB
Garis Polisi Dicopot, Bolehkah Air Mancur Joget Lagi?
Perbesar
Garis polisi di pintu gerbang taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta terpasang sehari semalam. (Liputan6.com/Abramena)

Liputan6.com, Purwakarta - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya menunggu izin dari pihak Polres Purwakarta terkait izin pagelaran air mancur di Taman Sri Baduga. Dedi menyatakan telah berkoordinasi untuk menciptakan skema pengamanan yang tepat dalam pagelaran air mancur selanjutnya.

"Kita penuhi aspek regulasi dari pihak kepolisian, dan sekarang Pak Kapolres, Pak Dandim dan Pak Danyon Armed akan merumuskan skema pengamanan agar tidak ada kejadian yang tidak kita harapkan," kata Dedi di sela olahraga pagi di Taman Sri Baduga Maha Raja Purwakarta, Kamis (23/2/2017).

Bukan hanya izin, Dedi juga menunggu arahan dari pihak kepolisian terkait jadwal pertunjukan. Menurut dia, jika dimungkinkan, ia meminta pihak keamanan untuk menyusun skema pengamanan pertunjukan dalam tiga kali seminggu.

"Dalam satu kali pertunjukan itu kan bisa tiga sesi. Nah, kalau diizinkan bagaimana jika dibuat seminggu tiga kali saja. Tapi kita tunggu apakah diizinkan oleh Pak Kapolres. Gunanya, agar tidak ada penumpukan pada Sabtu, malam minggunya," ujar Dedi.

Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat menanggapi permintaan Dedi. Menurut dia, tahap pertama menuju hal tersebut sudah dilakukan dengan mencopot garis polisi di pintu gerbang taman air mancur tersebut.

"Police line sudah kami buka, izin sudah dilakukan. Kita proses demi masyarakat. Kalau sudah oke dan siap, pertunjukan air mancur siap digelar," ujar Hanny.

Sebelumnya, garis polisi dipasang di gerbang masuk dan keluar Taman Air Mancur Sri Baduga Maha Raja di Kompleks Situ Buleud Purwakarta pada Selasa, 21 Februari 2017. Pemasangan bertujuan untuk memudahkan penyidik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara atas meninggalnya Indra Kusumawati (42) akibat serangan jantung setelah menonton Air Mancur Sri Baduga pada 18 Februari lalu.
 
Seiring dengan dibukanya garis polisi tersebut, masyarakat mulai berdatangan. Dede (25), pria warga Gang Mawar, Kelurahan Nagri Tengah, Purwakarta, mengaku senang sebab pembukaan garis polisi itu juga berarti pertunjukan air mancur dapat kembali joget setiap malam Minggu.

"Kemarin itu tahu dari sosmed. Kok, tamannya dipasang police line. Sekarang alhamdulillah dibuka, saya dan keluarga bisa nonton air mancur lagi," kata Dede.