15 Tahun Menghilang, Sungai Kubu Palembang Akhirnya 'Bernyawa'

Oleh Nefri Inge pada 20 Feb 2017, 07:01 WIB
Diperbarui 20 Feb 2017, 07:01 WIB
Wali Kota Palembang Harnojoyo melakukan gotong royong bersih Sungai Kubu Palembang yang sudah tertutup sampah dan lumpur (Liputan6.com/Nefri Inge)
Perbesar
Wali Kota Palembang Harnojoyo melakukan gotong royong bersih Sungai Kubu Palembang yang sudah tertutup sampah dan lumpur (Liputan6.com/Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Di antara banyaknya anak Sungai Musi yang membelah Kota Palembang, Sumatera Selatan, ada satu aliran sungai di Palembang yang sudah lama menghilang dan nyaris tidak diketahui keberadaannya.

Anak Sungai Musi yang dinamakan Sungai Kubu ini ternyata tertutup oleh rumah panggung liar, rumput dan sampah yang mematikan aliran airnya. Bahkan, sudah sekitar 15 tahun sungai ini tidak bisa diberdayakan lagi karena penyalahgunaan fungsi.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, selama belasan tahun ini, penyalahgunaan anak Sungai Musi yang berada di di Jalan Gubernur HA Bastari, RT 22 RW 26, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, menjadi penyebab kebanjiran di kawasan sekitar.

"Daerah di sini selalu tergenang air bah karena aliran sungainya mampet dan banyak sekali sampah di sini," ucap dia kepada Liputan6.com, seusai menggelar Gotong Royong Bersih Sungai Kubu Palembang, Minggu, 19 Februari 2017.

"Adanya rumah penduduk di atas sungai yang termasuk bangunan liar juga mematikan fungsi sungai hingga 15 tahun lamanya," kata Harnojoyo.

Untuk membuat Sungai Kubu ini "bernyawa", Harnojoyo akan segera melakukan normalisasi, yang menjadi salah satu program andalan Pemerintah Kota Palembang sejak satu tahun terakhir.

Beberapa alat berat akan dioperasikan untuk mengeruk endapan lumpur dan rumput yang menutupi aliran sungai.

Lalu, pihaknya juga sudah mengedukasi warga sekitar untuk tidak membangun rumah di atas Sungai Kubu dan terus mengimbau agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah.

"Kita sudah mengimbau masyarakat agar sadar terhadap fungsi sungai dan ini juga sebagai program reklamasi kita,” ujar dia.

Saat menggelar kegiatan gotong royong, sungai yang memiliki panjang sekitar empat kilometer ini sudah menyempit dan dangkal. Harnojoyo dibantu dengan Operasi Perangkat Daerah (OPD) langsung turun tangan membersikan sampah-sampah yang menutupi permukaan air.

Kebanyakan sampah yang terendap di sungai adalah sampah rumah tangga yang juga menimbulkan bau yang sangat busuk. Seiring dengan normalisasi Sungai Kubu Palembang, nantinya anak Sungai Musi ini akan diganti namanya menjadi Sungai Kebudayaan Palembang.

Di kawasan itu juga ada fasilitas sekolah alam yang ikut terkena dampak banjir. Meskipun sudah membuat kanal-kanal untuk drainase, banjir masih saja terjadi walaupun volumenya sedikit berkurang.

"Sering banjir di sini. Semoga dengan adanya normalisasi Sungai Kubu tersebut, bisa semakin mengurangi volume banjir bahkan kita berharap tidak ada banjir lagi,” ujar Profesor Juwono, pemilik Sekolah Alam Palembang.