Keseharian Tegal dalam Kartun Kapsul

Oleh Fajar Eko Nugroho pada 14 Feb 2017, 06:31 WIB
Diperbarui 14 Feb 2017, 06:31 WIB
Keseharian Tegal dalam Kartun Kapsul
Perbesar
Selama kurang lebih 1,5 tahun, ia mampu membuat ratusan kisah kreatif dalam bentuk kartun kapsul. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Liputan6.com, Tegal - Muhammad Mikyal Wafi (20), mahasiswa semester akhir jurusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memilih menuangkan ekspresinya melalui Kartun Kapsul. Dengan tokoh kapsul, Wafi, sapaan akrabnya, mengangkat isu sosial dengan kemasan sederhana.

Wafi mengaku telah menekuni dunia kartun sejak 2014. Selama kurang lebih 1,5 tahun, ia mampu membuat ratusan kisah kreatif yang dialami dalam kehidupan sehari-hari di sekitarnya.

"Saya lebih tertarik membuat konten lokal, mengangkat tema-tema lokal, seperti wayang santri," ucap Wafi, Jumat 10 Februari 2017.

Selain itu, kata dia, beberapa tema keseharian yang sederhana juga dapat dibuat cerita kartun kapsul. "Dalam sehari menuangkan waktu 30 menit untuk membuat kartun kapsul dengan konsep sederhana," dia menambahkan.  

Lantaran menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan santai, karya-karyanya kian populer di masyarakat. Mereka banyak mengetahui dari media sosial seperti Facebook, instagram, Path dan Twitter.

Wafi mengatakan terus menyempurnakan karyanya agar lebih menarik. Sejumlah workshop dan kerja sama di bidang animasi terus dijajaki. Pemuda yang beralamatkan di Kauman, Kota Tegal, sering diminta untuk mengisi beberapa majalah.

"Ya saya bersyukur jika karya saya ini dapat bermanfaat dan diterima masyarakat. Karena bisa menghibur dan kreatif. Makanya, terus saya kembangkan dengan inovasi-inovasi yang lebih kocak lagi," katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya