Nasib Tragis Nenek Usai Selamatkan Siswi SMP dari Banjir

Oleh Ola Keda pada 05 Feb 2017, 18:33 WIB
Diperbarui 05 Feb 2017, 18:33 WIB

Liputan6.com, Lembata, NTT - Nasib tragis dialami Katarina Wae, warga Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nenek berusia 74 tahun ini ditemukan dalam kondisi tanpa nyawa akibat terseret banjir, Sabtu sore, 4 Februari 2017.

Katarina terseret banjir saat membantu seorang siswi sekolah menengah pertama atau SMP yang hendak menyeberang sungai.

Lusia Benga (11) saksi mata menuturkan, saat pulang sekolah sekitar pukul 12.00 Wita, dia bertemu dengan korban persis di persimpangan desa. Saat itu, banjir di sungai tersebut sangat besar. Korban yang melihat siswi itu ketakutan, akhirnya menawarkan diri untuk menolong menyeberangi sungai yang lebarnya sekitar 15 meter.

Setelah berhasil ke seberang sungai, korban pun kembali. Namun saat sampai di tengah sungai, banjir deras menyeret tubuh korban.

"Saya mau pulang ke rumah karena mau ke desa saya, harus menyeberangi sungai itu. Saat mau pulang nenek itu terserer banjir," ucap Lusia.

Melihat nenek penolong terseret banjir, ia langsung berlari ke rumah memberitahu orangtuanya tentang kejadian itu. "Saya bersama orangtua saya bersama warga lainnya langsung ke sungai mencari korban, tetapi tidak ketemu," tutur Lusia.

Pencarian terhadapĀ korban tenggelam terus berlangsung. Akhirnya, sekitar pukul 14.00 Wita, jenazah sang nenek ditemukan di pinggir sungai.