Sawah di Batas Kota Makassar Jadi Kolam Lumpur

Oleh Eka Hakim pada 01 Feb 2017, 22:05 WIB
Diperbarui 01 Feb 2017, 22:05 WIB
Sawah di Batas Kota Makassar Berubah Jadi Kolam Lumpur
Perbesar
Sudah sepekan ini sawah di perbatasan Kota Makassar berubah jadi kolam lumpur. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar - Warga kawasan Mamminasata yang terletak di perbatasan Kota Makassar - Kabupaten Maros - Kabupaten Gowa menderita kerugian besar akibat sawah mereka terendam banjir.

"Sejak sepekan, sawah di sini terendam air, mirip kolam lumpur, karena airnya yang memang sangat coklat karena lumpur," kata salah seorang warga sekitar, Daeng Sila saat melihat kondisi sawahnya yang terendam air sekitar 60 cm, Selasa, 31 Januari 2017.

Sila menjelaskan selama sepekan berturut-turut, hujan deras terus mengguyur hingga merendam seluruh sawah yang ada di daerah perbatasan Maros-Makassar-Gowa tersebut.

"Jika hujan terus terjadi tentunya tak ada aktivitas persawahan dan jelas kita merugi," ujar dia.

Untuk bertahan hidup, kata Sila, sebagian warga terpaksa menjadi buruh bangunan sambil menunggu cuaca normal dan area persawahan mereka tidak terendam air lagi.

"Sementara ini terpaksa cari kerja sampingan dulu sambil menunggu air yang merendam area persawahan surut," kata Sila.

Tak hanya Sila, warga Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros lainnya, Daeng Nassa juga merasakan hal yang sama. Selama air lumpur merendam sawahnya, ia tak bisa bersawah. Untuk bertahan hidup, ia menjadi buruh bangunan ikut bersama rekannya.

"Kalau tidak demikian mau makan apa Pak? Untuk sementara saja kita jadi buruh bangunan setelah banjir surut kita kembali garap sawah menamam padi," kata Nasa.