Aksi Unik Usung Kebhinekaan ala 'Kopral Besar' Bagyo

Oleh Fajar Abrori pada 25 Jan 2017, 19:30 WIB
Diperbarui 25 Jan 2017, 19:30 WIB
Aksi Kopral Bagyo
Perbesar
Aksi unik Kopral Bagyo usung semangat Bhineka Tunggal Ika (Liputan6.com / Fajar Abrori)

Liputan6.com, Solo - Aksi unik dilakukan oleh pensiunan anggota Denpom IV/Surakarta, Kopral Kepala (purn) Partika Subagyo Lelono. Bertajuk Tidak Ada Asing & Aseng, Kita Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, Kopral Bagyo yang pensiun akhir tahun lalu itu mengajak masyarakat untuk menjunjung persatuan bangsa meski beda-beda etnis.

Aksi di depan Pasar Gede melibatkan para tukang becak, bakul pasar, dan pengusaha etnis Tionghoa. Kegiatan nyeleneh ini diawali dengan saling pijit-pijitan tak memandang etnis ataupun strata. Tindakan ini sebagai simbol kebersamaan.

Tak berselang lama, dua bakul pasar ini dinaikkan becak ala China yang biasa disebut rickshaw. Lalu, salah satu pengusaha Tionghoa bernama Tanu Kiswanto menarik becak itu. Rickshaw ini sendiri sudah dihias dengan rangkaian bunga.

Saat Tanu menarik becak melintasi Pasar Gede, peserta aksi lainnya mengiringi langkah becak. Bukan hanya lari kecil tanpa kata, mereka meneriakkan lantang kalimat Bhinneka Tungal Ika.

Ada juga yang membawa poster bertuliskan Tidak Ada Asing & Aseng,Kita Indonesia, Bhineka Tunggal Ika. Mereka lari-lari kecil melintas di depan Pasar Gede.

Kopral (Purn) Bagyo menjelaskan aksi ini adalah sebagai sebuah respons kondisi kebangsaan belakangan ini. Ia mengajak kepada masyarakat luas untuk menjunjung persatuan bangsa.

"Pancasila adalah dasar negara kita, Bhinneka Tunggal Ika semboyan kita. Kita, warga Solo menolak intoleransi. Kita ingin lewat aksi ini bisa menyebarkan kedamaian dan persatuan bangsa tanpa membedakan etnik, " kata Bagyo yang setelah pensiun kerap disapa dengan Kopral Besar ini.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Tanu Kiswanto. Menurunya aksi ini sebagai sebuah simbol akan harapan kedamaian. "Kita ingin ada kebersamaan, jangan terkotak-kota. Kita ini Indonesia, tidak ada asing dan aseng di sini. Kita ini Bhinnneka Tunggal Ika, " kata dia.