2 Pemuda Apes Gara-Gara Wanita Pencemburu Lihat Mantan Suami

Oleh Musthofa Aldo pada 11 Jan 2017, 15:01 WIB
Diperbarui 11 Jan 2017, 15:01 WIB
Ilustrasi Wanita Patah Hati
Perbesar
Wanita Patah Hati

Liputan6.com, Bangkalan - Dua pemuda bernama Topik dan Ahmat sudah dua kali bolak-balik Bangkalan-Surabaya pada satu hari. Pertama karena ada keperluan ke sebuah sekolah di Surabaya. Kedua karena lupa membelikan pisang emas pesanan ibunya.

Sepulang dari beli pisang emas itu, dua pemuda warga Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan itu ketiban apes karena menolong seorang wanita. Niat baik mereka justru mengantarkan mereka ke markas Polres Bangkalan, Selasa, 10 Januari 2017.

Kisah bermula sepulang mereka dari Surabaya, di kawasan Embong Miring, Kecamatan Burneh. Topik yang mengemudikan sepeda motor, melihat seorang perempuan berkerudung berjalan sambil memegang batu agak besar di tangan kanannya.

Penasaran apa sebenarnya yang terjadi, Topik memperlambat dan kemudian menghentikan sepeda motornya tak jauh di belakang wanita itu. "Saya ingin tahu, kenapa wanita itu pegang batu," tutur Topik.

Lama diamati, tak ada yang terjadi. Wanita itu justru balik arah dan menghampiri Topik. Ia mengaku habis dirampok oleh pengendara sepeda motor matic Mio warna merah. Ia meminta tolong mengejar pelaku.

Mendengar pengakuan itu, Topik dan Ahmat sepakat menolong. Jadilah mereka naik sepeda motor berbonceng tiga ke arah Kota Bangkalan dengan kecepatan tinggi.

Sampai di lampu merah Junok, si wanita berteriak. Mendengar teriakan itu, dua polisi lalu lintas yang sedang berjaga depan pos polisi, spontan menyalakan sepeda motor ikut mengejar sepeda Mio merah.

Polisi lain meminta bantuan lewat walkie talkie. Unit narkoba yang mendengar permintaan bantuan itu, langsung menerjunkan tim buser.

Pria Berjambul Pirang

Sepeda motor mio merah itu berhasil dicegat di depan pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan, di Jalan Halim Perdana Kusuma. Pengemudinya, laki-laki dengan rambut jambul pirang dan seorang perempuan berkaus dan celana pendek minim.

Massa mulai berkerumun, dua polisi langsung mengamankan dua muda-mudi itu dari amuk warga. Setibanya di lokasi, perempuan berhijab yang dibonceng Topik langsung ingin menyerang pemuda bertato di tangannya dengan batu tetapi berhasil dicegah.

"Wanita itu juga bawa pisau, tapi langsung diambil polisi," tutur Topik.

Tak lama berselang, unit Narkoba datang dan langsung memasukkan keduanya ke dalam mobil dan dibawa ke Mapolres Bangkalan. Topik, Ahmat dan perempuan yang penuh emosi itu juga dibawa ke Polres sebagai saksi. Mereka diperiksa di ruang PPA.

Setelah diperiksa polisi, barulah jelas duduk perkara sebenarnya. Tidak ada perampokan, melainkan api cemburu.

"Wanita yang pakai jilbab itu mantan istri si laki-laki, wanita satunya katanya selingkuhan, tapi kata si laki-laki mereka sudah nikah siri," kata KBO Satreskrim Polres Bangkalan Iptu Bahrudi kepada Liputan6.com.

Kasatreskrim AKP Anton Widodo mengisyaratkan kejadian itu tak layak ditelusuri. Polisi juga tidak bersedia menyebutkan identitas ketiganya.

"Masalah keluarga, sudah cerai juga. Karena kesal sama mantan suami, jadi dibilang rampok. Uangnya juga utuh, mau diusut apanya," kata dia.

Mendengar kejadian sebenarnya, Topik geleng-geleng kepala tak habis pikir. Kata dia, si laki-laki jambul pirang bisa bonyok dipukuli warga andai tak cepat diamankan polisi.

"Apes mas, saya sebenarnya ragu mau menolong, tapi karena bilang dirampok, saya tolong. Tahunya begini," kata pemuda yang berprofesi sebagai guru itu.