Harga Cabai di Jayapura Sentuh Rp 120 ribu per Kg

Oleh Liputan6 pada 11 Jan 2017, 08:00 WIB
Diperbarui 11 Jan 2017, 08:00 WIB
20161003-Pasar Tebet-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jayapura - Banyak daerah mengalami peningkatan harga cabai rawit merah. Bahkan harga cabai merah di berbagai daerah meroket drastis yang disebabkan sejumlah faktor.

Salah satu daerah yang mengalami lonjakan harga cabai merah adalah di Jayapura, Papua. Harga cabai rawit di Jayapura kini mencapai Rp 120 ribu per kg.

"Kalau cabai padang atau keriting Rp 60 ribu per kg dan cabai merah besar Rp 50 ribu per kg," ujar salah satu pedagang yang berjualan di pasar sentral Hamadi Jayapura, Sunarti seperti dikutip Antara, Selasa, 10 Januari 2017.

Sunarti menjelaskan, tingginya harga cabai di Jayapura disebabkan terbatasnya pasokan dari petani. Pasokan itu tersendat lantaran lahan pertanian mereka terendam banjir.

Meski masih ada pedagang yang menjual harga cabai merah di bawah Rp 120 ribu per kg, namun secara kualitas berbeda.

"Tapi kualitas cabainya sudah tidak segar dan lebih banyak cabai hijau," kata Sunarti.

Selain harga cabai kecil yang melonjak, beberapa hasil pertanian di Jayapura juga mengalami kenaikan, seperti sayur mayur juga mengalami kenaikan.

Cabai hijau saat ini Rp 30 ribu per kg, tomat Rp 20.000 per kg, sawi Rp 7.000 per ikat, bayam Rp 7.000 per ikat, kangkung Rp 7.000 per ikat, daun singkong Rp 6.000 per ikat, kacang panjang Rp 7.500 per ikat, wortel lokal Rp 30.000 per kg, buncis Rp 20.000 per kg, kol Rp 25.000 per kg.