Berambisi Jadi Dukun, Pria Lempar Siswi Kelas 3 SD ke Jurang

Oleh Dian Kurniawan pada 31 Des 2016, 19:38 WIB
Diperbarui 31 Des 2016, 19:38 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak
Perbesar
Ilustrasi kekerasan pada anak. Sumber: Istimewa

Liputan6.com, Surabaya - Pria asal Pasuruan berinisial YN menganiaya LAS (9), siswi kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di tepi jurang. Bahkan, tubuh korban yang terluka dilempar ke jurang sedalam 10 meter.

Paini, bibi korban menuturkan kekerasan pada anak itu diketahui setelah LAS menghilang dari rumah sejak Jumat siang, 30 Desember 2016. "Bahkan sampai malam hari, LAS juga belum ada di rumahnya," tutur Paini saat dikonfirmasi Liputan6.com melalui telepon seluler, Sabtu (31/12/2016).

Karena tak kunjung pulang, lanjut Paini, keluarga besar panik. Mereka kemudian meminta tolong warga dan pemerintah desa setempat untuk mencari LAS.

"YN, tetangga saya, memberi tahu kalau sempat melihat LAS di jurang yang jaraknya kurang lebih 3 km dari rumah keponakan saya," kata Paini.

Menurut Paini, berdasarkan saran YN, orangtua LAS, keluarga, dan warga langsung mendatangi jurang yang dimaksud YN. Setibanya di lokasi, LAS ditemukan dalam kondisi pingsan dan sebagian tubuhnya mengeluarkan darah.

"Kami menemukan dia dalam kondisi yang sudah lebam semua. Saat itu, saya bersyukur karena keponakan saya ditemukan meski dalam kondisi luka seperti ini," ucap Paini.

Paini menjelaskan, setelah LAS ditemukan, pihaknya membawa LAS pulang ke rumah dan langsung mengobati luka LAS dengan diberi obat merah, serta memijat badannya. Saat kondisi LAS sudah agak membaik, dia mulai bercerita tentang kejadian tersebut.

"Ternyata, LAS dibawa YN ke jurang dan dipukuli di sana. Bahkan, parahnya LAS sampai dipaksa makan tanah," ujar Paini.

Paini menerangkan LAS mengaku dipukuli menggunakan tangan dan kayu oleh YN. Seketika itu, keluarga langsung melaporkan pengakuan LAS ke polisi.

"Warga yang mendengar kabar ini langsung menangkap YN, dan dibawa ke kantor polisi," ucap Paini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ambisi Jadi Dukun?

Terkait laporan keluarga, polisi kemudian menangkap YN. Saat ini, YN sedang dalam pemeriksaan kepolisian. Polisi juga meminta bantuan Lembaga Perlindungan Anak untuk membantu pemulihan kondisi psikis LAS sebelum meminta keterangan atas kekerasan yang dialaminya.

"Sekarang, yang bersangkutan kami bawa ke RSJ Malang untuk menjalani tes kejiwaannya," tutur Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP M Khoirul Hidayat saat dikonfirmasi Liputan6.com melalui sambungan telepon seluler.

Sementara itu, kakak kandung LAS, Sutila Indayani mengatakan, pucuk kemaluan adiknya dipotong YN untuk dijadikan jimat kesaktian. "Dia mengaku kalau YN ini membutuhkan alat untuk kesaktiannya. YN berambisi menjadi dukun sepertinya," kata Sutila.

Sutila menjelaskan, YN juga mengaku memiliki kesaktian dan berpura-pura bisa memprediksi. YN juga ikut membantunya dengan ikut mencari melalui penerawangan. Bahkan, YN dengan yakin menunjukkan lokasi korban berada di jurang berkedalaman sekitar 10 meter.

"YN membakar kemenyan seperti orang kesurupan. Setelah itu, dia berbicara ngelantur dan menunjukkan tempat dimana adik saya menghilang yakni di jurang. Ia melihat bahwa adik saya itu terpeleset dan jatuh," ujar SutilaYN menirukan kalimat yang diucapkan YN dari ilmu penerawangannya.

Lanjutkan Membaca ↓