Tugu Peringatan Tsunami Aceh di Bibir Pantai

Oleh Liputan6 pada 27 Des 2016, 12:02 WIB
Diperbarui 27 Des 2016, 12:02 WIB
Gempa

Liputan6.com, Meulaboh - Pemerintah meresmikan Tugu Tsunami menjadi salah satu bangunan sejarah peristiwa tsunami 26 Desember 2004 di Gampong/Desa Pasir Lhok Aron, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Plt Bupati Aceh Barat Rachmad Fitri HD mengatakan, monumen tsunami itu telah dicanangkan sebagai salah satu monumen yang dikunjungi, menjadi bahan kilas balik mengenang tragedi tsunami 12 tahun silam.

"Kita patut berbangga bahwa Tugu Tsunami yang dibangun ini menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dari dalam maupun luar daerah berkunjung satu waktu melihat bagaimana gelombang tsunami itu," kata dia, di Meulaboh, dilansir Antara, Senin, 26 Desember 2016.

Pada area bibir pantai desa itu terbangun dua tugu bangunan kecil ditempatkan berjajar. Satu tugu mengambarkan tonggak bersegi empat menjulang setinggi 7 meter dan di bagian depannya menggambarkan gelombang tsunami yang bertuliskan 603 nama korban warga desa setempat.

Dalam area tersebut saat ini sudah tersedia taman bermain, pondok-pondok tempat peristirahatan bagi pengunjung. Namun, bangunan itu masih dalam pemugaran untuk pengembangan sebagai lokasi wisata masyarakat lokal maupun dari luar.

Kepala Desa Pasir Lhok Aron Romi Jaya Saputra mengatakan tugu itu dibangun dengan dana desa yang dikembangkan sebagai salah satu aset kampung dalam pengembangan perekonomian masyarakat.

"Pembangunan tugu ini hasil musyawarah desa. Kami membangun monumen sejarah tsunami, apalagi di Aceh Barat belum ada sehingga ini terus kami kembangkan dan berharap menjadi ikon daerah dalam pariwisata," kata dia.

Peresmian Tugu Tsunami dilakukan bertepatan pada peringatan ke-12 tahun gempa tsunami menerpa Aceh. Masyarakat setempat juga melaksanakan acara mengenang tragedi tsunami 26 Desember 2004 dengan zikir dan doa bersama.

Pada peringatan 12 tahun gempa tsunami Aceh ini, masyarakat di daerah itu diintruksikan mengibarkan bendera setengah tiang dan semua aktivitas masyarakat sejak pagi hingga siang hari dibatasi sebagai bentuk penghormatan.

Selain nelayan, kegiatan ekonomi lain seperti pasar ikan dan pertokoan seputar Meulaboh ditutup. Masyarakat pada Senin pagi menghadiri acara mengenang tsunami dipusatkan di makam massal Ujung Karang, Suak Indra Puri.