15 Menit Menegangkan Rombongan Guru Penumpang Kapal Karam

Oleh Fauzan pada 22 Des 2016, 17:02 WIB
Diperbarui 22 Des 2016, 17:02 WIB
20151220-Ilustrasi Kapal Tenggelam-AFP Photo

Liputan6.com, Pangkep - Kapal penumpang Hikmah, dikabarkan hilang di perairan dekat Pulau Balang Lompo, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan pada Rabu siang, 21 Desember 2016, sekitar pukul 14.00 Wita.

Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Paotera Kota Makassar sekitar pukul 12.00 Wita menuju Pulau Balang Lompo. Dari informasi yang berhasil dihimpun, kapal tersebut memuat Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pangkep Muntazir Hak dan guru honorer di Pulau Balang Lompo dan tiga kru kapal.

"Sebelum kapal tenggelam, Pak Muntazir masih sempat menelepon istrinya bahwa kapal yang ditumpangi akan tenggelam," ujar Asdar Bin Amir, salah seorang anggota IGI Kabupaten Pangkep, Rabu, 21 Desember 2016.

Selain menelepon istri, lanjut Asdar, Muntazir juga sempat menelepon salah seorang anggota IGI lainnya dan mengabarkan bahwa kapal yang ditumpanginya akan tenggelam.

"Sekitar 15 menit setelah menelepon handphone-nya sudah tidak aktif," lanjutnya.

Pihak Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Sulawesi Selatan langsung bergerak menuju lokasi setelah mendengar kabar tentang hilangnya kapal penumpang Hikmah.

"Satu tim bergerak dari kabupaten Maros, sementara satu tim lainnya berangkat dari Pelabuhan Paotere Makassar," kata Kepala Basarnas Sulawesi Selatan Muslimin yang memimpin langsung usaha pencarian penumpang Kapal Hikmah.

Tak lama proses pencarian, pihak Basarnas Sulsel mendapat kabar dari BPBD Kabupaten Pangkep bahwa seluruh penumpang ditemukan selamat. Mereka ditemukan mengapung di sekitar Kabupaten Maros.

"Semuanya selamat, korban ditemukan di sekitar Puri Maros, mereka sempat berusaha berenang ke daratan setelah kapal tenggelam, mereka di evakuasi ke pulau Balang Lompo oleh Tim SAR dan warga sekitar menggunakan KM Antasena," kata Muslimin.

Saat ini, Muslimin melanjutkan, seluruh korban yang berjumlah enam orang, masing-masing tiga penumpang kapal dan tiga kru kapal sudah dipulangkan. "Sudah dipulangkan ke kediaman masing-masing," pungkas dia.