Cerita Rizma Si Guru Cantik yang Mencuri Perhatian Sepanjang 2016

Oleh Fajar Eko Nugroho pada 21 Des 2016, 14:02 WIB
Diperbarui 21 Des 2016, 14:02 WIB

Liputan6.com, Tegal - Guru cantik adalah sebutan bagi Rizma Uldiandari (26) yang bekerja sebagai guru honorer di SD Negeri 2 Karangmangu Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sosoknya mendadak terkenal di jagat maya sejak Agustus 2016 lalu.  

Rizma pun bisa disebut guru honorer paling populer di mesia sosial (medsos) Instagram. Hingga 21 Desember 2016, pengikutnya kini lebih dari 110.000 follower. Tak heran jika foto-foto yang diunggah di akun Instagram miliknya pun acap kali dibagi-bagikan kepada sesama pengguna medsos dan menjadi buah bibir para netizen.  

Rata-rata para netizen menyukai serta mengagumi sosok paras cantik nan ramah Rizma saat mengajar anak didiknya di sekolah. Warga Desa Cabean Pangkah, Kabupaten Tegal, itu mengaku terkejut dan tidak menyangka jika foto-foto di akun Instagramnya menjadi populer di medsos sampai saat ini.   

"Nggak nyangka, Mas, saya. Gara-gara foto di medsos itu sampai heboh seperti ini. Ya, awalnya saya tahu dari medsos itu, tahu-tahu juga diberitakan di media-media online," ucap Rizma Uldiandari.    

"Saya senang sih foto-fotonya jadi banyak yang melihat dan mengomentarinya positif. Tidak masalah buat saya kalau ada yang suka dan tidak suka dengan foto itu. Karena memang saya sendiri juga hobi mengunggah foto di sela-sela kesibukan saya mengajar di kelas," kata guru dan wali kelas III SD itu.

Bahkan, kedua orangtua Rizma mengaku mendukung dan tidak mempermasalahkan hebohnya foto-foto dirinya di medsos.   

"Ayah dan ibu sudah tahu kalau foto-foto saya heboh di medsos. Alhamdullilah mereka sangat mendukung hal-hal kalau memang itu positif kenapa tidak," kata perempuan kelahiran Tegal, 26 Juli 1990 itu.   

2 dari 6 halaman

Dari Polwan, Perawat ke Guru Kesayangan Siswa

Guru cantik ini sudah mengabdi menjadi guru honorer SD Negeri 2 Karangmangu sejak sekitar awal 2010 atau enam tahun lalu. Suka duka menjadi guru kelas anak-anak siswa SD pun sudah ia rasakan.   

"Banyak sih pengalamannya, ada suka ataupun dukanya memang. Tapi buat saya banyak sukanya karena setiap hari bisa bertemu anak-anak dan memberikan ilmu kepada mereka. Awalnya kalau dari rumah lagi galau tiba-tiba jadi ceria lagi kalau sudah ketemu anak-anak di sekolah. Makanya saya sangat menikmati profesi saya ini," jelas Alumnus Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini.   

Menurut dia, berprofesi menjadi guru merupakan pekerjaan yang mulia. Menjadi guru adalah pengabdian yang tak kenal pamrih yang menjadikan manusia yang terdidik, kritis, kompeten, bermoral dan beretika.   

"Cita-cita saya sejak kecil itu awalnya ingin menjadi polwan, tapi karena perjalanan hidup yang kemudian mengantarkan saya menjadi seorang guru hingga sekarang," kata dia.   

Awalnya sebelum menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan PGSD Unnes, Rizma sempat kuliah di jurusan keperawatan di Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kota Tegal. Namun, ia berhenti dan tidak melanjutkan di semester 3.   

"Sebelum masuk ke PGSD Unnes, saya dulu sempat sekolah di Akper Pemkot Tegal. Tapi hanya sampai semester 3 saja, karena ingin pindah ke jurusan keguruan," kata dia.   

Keinginan Rizma untuk pindah jurusan karena dirinya merasa iba saat melihat anak-anak yang harus putus sekolah di sekitar lingkungan rumahnya sendiri.   

"Selama kuliah di Akper dulu, saya prihatin melihat banyak anak-anak yang putus sekolah. Sampai akhirnya mengajarkan anak-anak itu membaca, menulis dan berhitung di rumah saya. Karena itulah, saya ingin menjadi guru sampai sekarang ini," ucap Rizma.  

3 dari 6 halaman

Honor Hanya Rp 75 Ribu

Meski namanya sudah cukup dikenal di dunia maya, Rizma mengaku tak tertarik beralih profesi dan tetap bertahan menjadi guru walau hanya menerima honor Rp 75 ribu per bulan sejak bekerja enam tahun yang lalu di SDN 2 Karangmangu.

Walau demikian, lulusan pendidikan guru sekolah dasar itu justru tertantang untuk mengabdi pada masyarakat melalui pendidikan.

"Sudah menjadi jalan hidup saya menjadi seorang guru untuk mengabdi kepada masyarakat. Meskipun status saya hanya guru honorer, tidak akan mengurangi saya untuk berbagi ilmu," tutur Rizma.

Ia mengungkapkan, banyak rekan dan teman sejawatnya menyarankan untuk berhenti menjadi guru. Dirinya diminta untuk mencari pekerjaan lain yang jauh lebih baik dari segi penghasilannya.

"Kalau dari honor bisa dikatakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi, saya yakin apa yang saya perbuat dengan penuh keikhlasan, Insya Allah akan berbuah manis di masa mendatang," ucap perempuan berjilbab itu.  

Namun, ia tetap berharap agar pemerintah setempat memperhatikan nasib para guru honorer yang mengajar di Kabupaten Tegal, termasuk soal kesejahteraan para guru untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, ia tetap akan mencoba peruntungan mengikuti seleksi tes CPNS melalui jalur umum jika kesempatan itu dibuka. Menurut Rizma, ia akan semakin bersemangat mengajar jika sudah menyandang status guru PNS.

4 dari 6 halaman

Pendapatan Alternatif Guru Cantik

Untuk menambah penghasilan di luar honornya sebagai guru honorer, Rizma membuka bimbingan belajar di rumahnya sendiri. Namun, ia tidak memasang tarif tertentu kepada para siswanya.

"Usai salat Isya, di rumah saya buka bimbingan belajar. Tapi, saya enggak masang tarif kepada anak-anak yang datang belajar ke sini," tutur dia.

Dengan segala keterbatasan, Rizma mengaku sangat mencintai profesi dijalaninya demi generasi penerus bangsa. Ia juga mengajak sesama guru honorer untuk tidak terlalu tergantung pada materi.  

"Karena kemampuan atau talenta yang ada adalah pemberian Allah SWT. Mari kita melayani dengan kita membantu anak-anak yang ada untuk generasi ke depan," ucap dia penuh semangat.  

Selain itu, Rizma juga sempat ditawari jadi tokoh dalam sebuah film dokumenter bertema pendidikan. Rizma mengatakan, tawaran itu datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal yang bekerja sama dengan promotor.

Film dokumenter itu, kata dia, akan menceritakan tentang bagaimana pengembangan matematika detik. Ia menyambut baik tawaran itu.

"Memang masih menjadi kandidat aktris utamanya, tapi saya setuju dan siap mencoba hal baru itu dengan semaksimal mungkin," ujar dia.

Judul film dokumenter itu  'Matematika Detik: Dari Tegal untuk Dunia'. Penggarapan film itu, kata dia, sudah mulai dilakukan dengan mengambil sejumlah lokasi di Kabupaten Tegal.

Namun, film garapan rumah produksi Altara Media Film tersebut masih mencari sosok penting yang akan dijadikan aktris utamanya.    

"Ya mudah-mudahan nggak ada kendala, tunggu saja nanti seperti apa keputusanya dan hasilnya siapa yang menjadi pemeran utama. Kalau diberi kesempatan mencoba hal baru saya siap," kata dia.

"Semangat saya juga karena hal ini untuk kepentingan dunia pendidikan dan khususnya membawa nama Tegal ke tingkat nasional," dia menambahkan.  

Kepopuleran Rizma di Instagram juga menuai rezeki tambahan baginya. Dengan lebih dari 110.000 follower, sejumlah penjual produk wanita tertarik bekerja sama dengan Rizma untuk mempromosikan produknya.

Beragam produk ditawarkan kepada guru kelas 3 SD Negeri 2 Karangmangu Tegal itu, seperti tas, sepatu, pakaian, hijab hingga aksesoris. Peluang itu tak dilewatkan begitu saja oleh Rizma.

"Alhamdulillah, Mas, ada beberapa produsen produk yang menawarkan kerja samaendorse, mulai dari barang-barang keperluan wanita seperti, baju, pakaian, tas, aksesoris, dan lainnya. Mungkin ini rezeki saya, makanya saya bersyukur sekali dengan hal ini," kata Rizma.

Meskipun sudah beberapa produsen produk wanita menawarkan proposal, Rizma masih akan mempertimbangkan tawaran tersebut dari beragam aspek. "Jujur ini pengalaman pertama saya mendapat tawaran endorse. Makanya harus jelas dulu produknya dan aturan atau ketentuannya bagaimana," ucap dia.  

Saat ditanya nilai kontrak endorse dari setiap produk, Rizma enggan membeberkanya dengan alasan hal itu merupakan privasi dirinya. Disebut-sebut nilai endorse setiap produk mencapai jutaan rupiah. Apalagi, produk yang ditawarkan cukup ternama.

"Kok, tanyanya sampai segitu sih, Mas. Kalau soal itu (nilai kontrak) endorse saya tidak bisa menjawabnya. Karena itu kan privasi, boleh dong saya nggak berikan detailnya," kata wanita berhijab ini sembari tersenyum.

5 dari 6 halaman

Suka Duka Menjadi Tenar

Kebenaran di medsos juga membuat sejumlah pengalaman suka dan dukanya. Saat itu, akun Facebook milik Rizma diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Tadi pagi setelah sampai rumah saya mau coba buka akun Facebook, tapi kok enggak bisa dibuka. Padahal, saya sudah masukin user name dan password-nya. Saya kesal pasti ini kelakuan hacker yang bajak akun Facebooknya," ucapnya.  

Adapun akun Facebook miliknya bernama Rizma Uldiandari dan sudah diikuti lebih dari tiga ribu followers ataupun pengikut. Akibat diretas, ia menyatakan enggan menggunakan Facebook lagi untuk berinteraksi dengan sesama teman-temannya dan para netizen.   

"Sudahlah, saya tidak aktif di FB (Facebook) lagi, karena sudah di-hack sama orang tidak bertanggung jawab. Kalau mau bikin lagi akunnya maleslah nanti kena hack lagi," kata dia.  

Menurut Rizma, peretasan itu bukan yang pertama kali terjadi. Ia sempat membuat akun baru setelah kejadian tersebut, tapi peretas lagi-lagi berulah.

"Sudah sampai 10 kali saya buat akun baru, tapi selalu saja ada orang hack akun saya itu. Ya sudahlah saya pakai satu-satunya medsos yang saya pakai, yakni Instagram saja," kata dia.

Menurut wanita yang juga memiliki hobi mengunggah foto-foto dan menulis status di medsos ini, ia tidak bermaksud membuat heboh para netizen.  Hanya saja, ia memang cukup aktif mengunggah foto-foto dan menulis status di sela-sela kegiatannya mengajar sebagai seorang guru SD honorer.   

"Beneran deh, Mas, saya enggak ada maksud mau bikin heboh medsos gara-gara unggahan foto-foto saya. Tapi memang saya suka berbagi pengalaman dan mencintai pekerjaan saya sebagai seorang guru. Selain itu, berfoto-foto dengan anak-anak di sekolah juga sangat menyenangkan. Mereka juga menikmati dan bisa mengekspresikan keceriaan bersama anak-anak," ucap anak kedua dari tiga bersaudara ini.  

Tak hanya itu, sejak populer mendadak bermunculan banyak akun palsu yang mengatasnamakan dirinya. Ini yang tak disukai Rizma.

"Belasan akun Instagram bernama seperti saya sekarang muncul. Saya nggak tahu akun-akun itu yang buat siapa, yang jelas akun saya hanya satu, dind.rizma," ucapnya.  "Makanya saya sudah informasikan ke para netizen jangan sampai percaya jika selain akun itu," sambung dia.

Wanita berhijab itu mengaku khawatir dan resah dengan kemunculan akun-akun palsu itu. Dia takut, akun-akun tersebut disalahgunakan.  

"Saya minta netizen untuk lebih waspada, kalau akun saya yang asli hanya satu. Jadi jika kalau ada yang mengatasnamakan saya jangan dipercaya, apalagi sudah sampai meminta sesuatu atau apalah yang memanfaatkan akun-akun nggak jelas itu," ucap Rizma.  

Guru honorer  itu mengaku tak pernah menyangka namanya semakin dikenal orang banyak. Ia menganggap perhatian itu sebagai hikmah.

"Memang dari hebohnya foto-foto di media sosial Instagram itu cukup berdampak bagi kehidupan saya. Banyak teman-teman sekolah dari SD, SMP, SMA, kuliah, sesama guru, dan tetangga pun membicarakan hal itu. Tiba-tiba mereka banyak yang menghubungi saya lewat telepon, SMS, lewat medsos dan ada pula yang sampai datang ke rumah," katanya.   

Kendati demikian, ia tak menyoal dengan kepopulerannya di dunia maya hingga merambah ke dunia nyata yang cukup menyita sebagian waktunya di sela-sela aktivitas rutinnya sebagai seorang guru.   

"Enggak masalah buat saya. Kalau ada yang perhatian dan bertanya ya saya jawab. Saya bersyukur dengan kehebohan ini semakin menambah jalinan silaturahmi dengan teman-teman lama yang sempat terputus bertahun-tahun," tutur dia.   

Di sisi lain, wanita berhijab ini pun mengaku menikmati dengan adanya sedikit perbedaan di dalam kehidupannya yang sekarang.  

"Rasanya sih campur aduk, seneng, suka, tapi ya. Kadang capek juga kalau banyak yang tanya-tanya dengan pertanyaan diulang-ulang. Tapi sih saya menikmatinya dengan enjoy, kok," kata dia.  

Saat ini Rizma tetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru kelas tiga. Wanita yang memiliki hobi mengajar dan mendidik anak-anak ini pun mengaku lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-harinya.    

"Dengan begini saya semakin termotivasi dan semangat mengajar anak-anak, karena memang hobi saya itu ya mengajar di kelas dan ketemu anak-anak," celoteh Rizma.

Sekali waktu, Rizma melontarkan kegusaran yang meledak-ledak saat mengunggah status terbarunya melalui akun Instagram @dind.riszma pada Rabu, 10 Agustus 2016. Rizma menampilkan foto dirinya saat membonceng sepeda onthel oleh seorang bapak.

Di dalam foto itu, guru kelas 3 SDN 2 Karangmangu Tegal itu mengenakan seragam berwarnakhaki khas guru. Demikian pula dengan seorang bapak yang memboncenginya di sepedaonthel warna hitam.

"Ini yang jelas foto asli saya, apa kalian masih mau menghina. Apa Iya harus editan??? Buat kalian yang suka ngomongin saya ya. Keluarga kita hidup sederhana, apa adanya. Gak perlu gengsi juga kan, pasti beda dong kalau anak-anak perempuan jaman sekarang yang lebih mementingkan hidup mewah, dan saya paling nggak suka itu," tulis Rizma dalam unggahan itu.

Menurut Rizma, lelaki dalam foto tersebut adalah sang ayah yang selalu merawat dan membimbingnya. Ia juga mengatakan, ayahnya pula yang mengajarinya tentang arti rezeki.

"Rezeki itu seperti lingkaran pasti berputar Walau kita nggak dapat dari ini pasti suatu saat dapat dari yang lain. Semuanya ikhlaskan, yang terpenting ilmu kita bisa disalurkan. Terima kasih ayah," kata dia.  

Sama halnya dengan Rizma, ayahnya pun mengabdi sebagai PNS guru di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.   

6 dari 6 halaman

Masih Jomblo?

Dengan usianya kini, Rizma mengaku sudah mulai memikirkan kehidupan masa depannya, termasuk rencana untuk berkeluarga. Namun, saat ditanya apakah sudah memiliki calon pendampingnya, guru cantik itu hanya tersenyum dan tersipu malu.

"Hmm, kalau soal itu (pendamping) atau sampai rencana berkeluarga, mungkin belummikirin sampai ke situ kali ya. Pengin sih bisa segera berkeluarga, tapi...... he-he-he. Doakan saja ya apa yang terbaik buat saya," kata dia.  

Walau begitu, Rizma menyatakan tidak berniat menunda-nunda untuk berkomitmen dengan seseorang hingga ke jenjang pernikahan.

"Saya sih enggak terlalu ribet nentuin kriteria calon pendamping yang seperti apa. Yang penting care dan nyambung sama saya, dan utamanya orangtua sudah setuju dan memberi restu, kenapa tidak?" tutur Rizma.

Bahkan sejak populer, aktivitas kehidupan kesehariannya Rizma kini sedikit berubah. Ia mengaku sering didatangi orang-orang yang tidak dikenal dari berbagai latar belakang.   

Mereka kebanyakan ingin melihat dan bertemu sosok guru cantik Rizma lebih dekat. Sebagian di antara yang datang hanya untuk berkenalan langsung dengan dirinya.   

"Dalam tiga hari belakangan ini, saya akui cukup terganggu dengan kedatangan orang-orang tak dikenal yang mencari saya. Jujur saja hal itu cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat mengajar di sekolah," ucap Rizma Uldiandari.

Tak hanya di sekolah, orang-orang tak dikenal itu juga kerap kali mendatangi kediamannya untuk bertemu dan sekadar ingin berkenalan.

"Ia purn mengaku ingin menikmati kehidupan yang seperti biasa dan tidak ingin terganggu dengan kedatangan-orang-orang tak dikenal.  

"Tolong saya minta jangan orang-orang tak dikenal itu datang ke sekolah atau rumah saya. Terus terang saya merasa terganggu kalau kedatangannya bertujuan yang enggak jelas. Saya juga nggak enak sama guru-guru di sekolah kalau seringnya tamu-tamu datang ke sekolah," ucap dia.    

Di sisi lain, kondisi fisik Rizma saat ini sedang kurang fit akibat banyaknya aktivitas. Beberapa hari belakangan ini dia super sibuk.  

"Mungkin kecapekan kali ya. Juga sedikit sering pusing menerima telepon dan SMS dari seseorang yang tak dikenal. Selain itu, juga banyak yang datang ke sekolah dan rumah," kata Rizma.

"Mengertilah dengan kondisi saya yang seperti sekarang ini. Saya hanya ingin fokus mengajar anak-anak," ujarnya menegaskan.

Lanjutkan Membaca ↓