Habis Konsumsi Obat Flu, Urine 7 Siswa SMP Mengandung Narkoba

Oleh Dian Kurniawan pada 17 Des 2016, 20:03 WIB
Diperbarui 17 Des 2016, 20:03 WIB

Liputan6.com, Surabaya - Tujuh siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 52 Surabaya teridentifikasi menggunakan narkoba. Hal tersebut diketahui saat Pemkot Surabaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menggelar tes urine pada Selasa, 13 Desember 2016.

Berdasarkan penyelidikan, ketujuh pelajar tersebut diketahui tidak menggunakan obat-obatan terlarang melainkan mengkonsumsi obat flu.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan setelah tes urine tersebut, para pelajar yang terindikasi narkoba langsung dikaji oleh BNN Surabaya. Hasil pengkajian itu menyimpulkan para pelajar tersebut meminum obat flu.

Hal itu diduga memengaruhi hasil tes urine sehingga pada saat itu, mereka diindikasi menggunakan narkoba. Wali kota yang karib disapa Risma ini merasa perlu menyampaikan hasil pendalaman dari BNN ini kepada publik.

"Saya merasa perlu mengklarifikasi ini karena menyangkut masa depan dan nama baik anak. Kasian kalau mereka di-bully padahal mereka tidak memakai obat-obatan terlarang," tutur  Risma saat dijumpai di kediamannya, Sabtu (17/12/2016).

Terkait hal ini, dalam waktu dekat Risma akan menggelar rapat antara dinas kesehatan, BNN dan asosiasi yang mewadahi obat flu yang dikonsumsi pelajar tersebut. Tujuannya, untuk mencari solusi bersama untuk memecahkan masalah ini.

"Nanti akan dicarikan solusi bersama. Yang jelas, obat yang dimaksud saat ini sudah dibawa ke laboratorium forensik Polda Jatim. Untuk merek obatnya tidak bisa saya sebutkan di sini," Kata Risma.

Untuk mengantisipasi bahaya narkoba, Risma mengaku sudah menyiapkan lomba khusus guru dalam rangka peringatan Hari Ibu pada 24 Desember mendatang. Sasaran lomba ini sengaja dikhususkan bagi para guru karena mereka punya tanggung jawab besar menyosialisasikan bahaya narkoba kepada para siswa.

Menurut Risma, narkoba kini mulai menyasar para pelajar. Maka itu, wali kota peraih gelar honorus causa dari ITS itu akan mencanangkan tagline “Anak-anak Surabaya adalah Anak Kita Semua” saat Hari Ibu nanti.

Kalimat tersebut diharapkan mampu menggugah kepedulian warga Surabaya akan perilaku anak-anak di sekitar mereka. "Meskipun bukan anak sendiri tetap harus peduli," ujar Risma.