Tergetar Menyaksikan Matahari Terbit di Gunung Gede

Oleh Muhamad Nuramdani pada 16 Des 2016, 06:00 WIB
Diperbarui 16 Des 2016, 06:00 WIB
Sunrise Gunung Gede
Perbesar
Matahari terbit di Gunung Gede (Liputan6.com / Muhamad Nuramdani)

Liputan6.com, Cianjur - Padang savana terbentang indah di alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango. Padang savana ini menjadi latar tanaman yang hanya tumbuh di ketinggian, bunga edelweis yang bernama latin Anaphalis Javanica.

Alun-alun ini berada di atas ketinggian 2.750 meter di atas permukaan laut, di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dalam wilayah hukum tiga kabupaten, yaitu Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.

Untuk sampai ke tempat ini, para pendaki harus menempuh perjalanan treking selama 7 hingga 8 jam via jalur Cibodas atau Gunung Putri.

Sejauh mata memandang, di lapangan berbentuk bulan sabit ini terlihat bunga edelweis tumbuh subur di antara luasnya padang savana. Keindahannya menjadi daya tarik bagi para pendaki untuk berfoto. 

Selain Surya Kencana, di sebelah utara ada tempat yang dinamai Lembah Mandalawangi atau Lembah Kasih, yang terletak di antara titik temu Gunung Gede dan Gunung Pangrango, bunga edelweis juga tumbuh subur di sini.

Soe Hok Gie, seorang aktivis di masa kepemimpinan Presiden Sukarno, begitu terpikat dengan tempat ini. Gie, biasa ia disapa, sering mendaki Gunung Gede. Sepotong puisi ditulisnya, "Mandalawangi-Pangrango". Selain Gie, fotografer handal sekaligus traveler, Don Hasman,  tercatat mendaki Gunung Gede dan Pangrango sekitar 200 kali.

Savana di alun-alun Surya Kencana biasa dijadikan tempat kemping favorit para pendaki, karena berdampingan dengan bunga edelweis. Jika malam hari, pendaki bisa melihat hamparan bintang langit dan bahkan bintang jatuh jika cuaca cerah.

Tak jauh dari alun-alun, Puncak Gunung Gede yang berada di ketinggian 2.958 MDPL bisa ditempuh menanjak selama 30 menit dari alun-alun Surya Kencana.

Padang edelweis di alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede.

Untuk ke sana, waktu terbaiknya adalah pagi, demi melihat sunrise. Pendaki bangun pagi buta sekitar pukul 04.30, dari alun-alun dengan menyusuri hutan cantigi yang berlumut tebal. Pendaki dipermudah dengan jalan berbatu dan akar yang membentuk tangga secara alami maupun sengaja dibuat.

Selain melihat sunrise di puncak, pendaki bisa melihat Kota Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, bahkan Jakarta, jika tak berkabut. Alun-alun Surya Kencana pun bisa terlihat dengan tenda-tenda pendaki yang tersebar di penjuru alun-alun.

Sekedar tips, menurut para pendaki yang sering ke sini, untuk mengetahui bagaimana mendapatkan sunrise yang bagus, biasanya di malam hari turun hujan. Itu menandakan Anda bisa menyaksikan matahari terbit tanpa terhalang awan.