Puting Beliung Mengamuk di Sampit, Warga Berlarian

Oleh Aceng Mukaram pada 08 Des 2016, 21:01 WIB
Diperbarui 08 Des 2016, 21:01 WIB
Puting beliung
Perbesar
Dampak terjangan angin puting beliung di Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng. (Foto: Istimewa/Raden AMP)

Liputan6.com, Sampit - Angin puting beliung mengamuk di Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Amukan angin ribut ini merusak bangunan di sekitar kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Liputan6.com, bangunan dan sejumlah pohon besar juga tumbang akibat puting beliung pada Kamis sore tadi sekitar pukul 14.45 WIB. Namun demikian, tidak ada korban dalam peristiwa peristiwa itu.

"Atap bangunan sarang burung walet yang berada persis di depan PPM rusak diterpa angin puting beliung. Pecahan material atap seperti kayu dan genteng berhamburan menutupi hampir seluruh badan jalan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan," ucap Warsitah, warga setempat saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (8/12/2016).

"Tiga belas kendaraan roda dua (sepeda motor) yang terparkir di sekitar kawasan tersebut pun rusak tertimpa material bangunan," ia menambahkan.

Tak hanya itu, menurut Warsitah, rusaknya atap bangunan akibat diterpa angin kencang ini menghantam tiang listrik dan membuat kawat listrik berukuran besar tersebut terjuntai hampir menyentuh badan jalan. Kanopi bangunan PPM juga rusak akibat terpaan puting beliung.

Dampak terjangan angin puting beliung di Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng. (Foto: Istimewa/Raden AMP)

"Terjadi sebelum hujan deras turun. Khawatir tertimpa reruntuhan bangunan, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berlarian menjauh," tutur Warsitah.

Ia menyaksikan langsung amukan puting beliung itu dan mengaku sempat panik. "Itu (kayu) yang terbang, langsung putus tiang listrik. Takut juga. Saya lihat kejadiannya. Bangunan kayu itu," ujar dia.
Dampak terjangan angin puting beliung di Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng. (Foto: Istimewa/Raden AMP)

Lebih jauh Warsita mengatakan, sejumlah pohon besar juga tumbang dan menutup sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut. Sejumlah pohon yang tumbang akibat amukan puting beliung kemudian dibersihkan oleh petugas gabungan agar jalanan dapat dilalui kembali.