Sikap Ridwan Kamil Pasca-Banjir Bandang Bandung Jilid II

Oleh Kukuh Saokani pada 10 Nov 2016, 09:43 WIB
Diperbarui 10 Nov 2016, 09:43 WIB
Sikap Ridwan Kamil Pasca-Banjir Bandang Bandung Jilid II
Perbesar
Sebelum banjir bandang terjadi, 1.000 petugas dikerahkan untuk membersihkan sedimentasi di Pagarsih. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Bandung - Sejumlah wilayah di Kota Bandung kembali diterjang banjir bandang, terutama di kawasan Jalan Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, pada Rabu petang, 9 November 2016, setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari.

Padahal, sekitar 1.000 petugas membongkar saluran/sedimentasi di wilayah tersebut untuk persiapan pemasangan tol air di Pagarsih.

Karena kejadian itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menahan diri untuk tidak menyinggung pihak lain. Ia menegaskan Pemkot Bandung terus berupaya menanggulangi bencana musiman, terutama di kawasan Jalan Pagarsih, termasuk di dalamnya memperlebar gorong-gorong menjadi 2x2 meter untuk dua jalur.

"Pemkot Bandung pada dasarnya akan bekerja dan tidak akan menyalahkan siapa-siapa hanya kadang-kadang masalahnya di waktu dan kita upaya lagi...Dari zaman dulu memang sudah banjir, hanya sebagai manusia kita mencari cara dengan ilmu dan sebagainya," kata lelaki yang akrab disapa Emil itu saat meninjau lokasi banjir di Jalan Pagarsih, Rabu malam, 9 November 2016.

Emil mengungkapkan dua program bakal menjadi unggulan yaitu, danau resapan yang berfungsi sebagai parkir air serta sumur resapan di setiap rumah. Rencananya ada lima danau resapan akan dibangun pada 2017 mendatang di Jalan Bima, Sinaraga, Babakan Jeruk, depan Pasar Gedebage dan di kawasan masjid terapung yang kini masih dalam tahap pembebasan lahan.

Dengan program tersebut, volume air yang biasa mengalir 100 persen langsung ke sungai bisa ditahan dulu 1-2 jam. Emil menambahkan, air yang datang ke wilayah Pagarsih tidak sebanyak 100 persen karena sekian persennya bisa tertahan.

"Kita juga dalam waktu dekat menyiapkan satu rumah satu sumur resapan supaya air yang di jalan tidak datang dari rumah-rumah. Tadi pagi saya ke sebuah kantor di Soekarno-Hatta, dia bisa 100 persen air yang jatuh ke tanahnya dia yang 6 hektare enggak jatuh ke jalan karena dia punya sistem penyimpanan air yang baik," ujar Emil.

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada Rabu kemarin menyebabkan sebuah mobil Avanza hitam sempat terseret sejauh 1 kilometer. Mobil tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah. Pengemudinya berhasil menyelamatkan diri.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya