Hilang Sehari, Semua Kru Pesawat Caribou Ditemukan Tewas

Oleh Liputan6 pada 01 Nov 2016, 09:45 WIB
Diperbarui 01 Nov 2016, 09:45 WIB
Hilang Sehari, Semua Kru Pesawat Caribou Ditemukan Tewas
Perbesar
Lapangan Terbang Ilu di Kabupaten Puncak Jaya yang berbatasan dengan Kabupaten Puncak. Lapangan ini berada di tengah-tengah lembah dan gunung. (Liputan6.com/Katharina Janur

Liputan6.com, Timika - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika memastikan semua kru pesawat DHC4 Caribou milik Pemerintah Kabupaten Puncak tewas setelah pesawat menabrak gunung dan jatuh pada ketinggian 12.000 kaki di lokasi perbatasan antara Jila dan Ilaga, Papua.

"Semua kru meninggal dunia. Kondisi jenazah sebagian tidak utuh, mudah-mudahan nantinya bisa diidentifikasi," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob di Timika, dilansir Antara, Selasa (1/11/2016).

Ia mengatakan tim Emergency Response Grup (ERG) PT Freeport Indonesia sudah mengevakuasi tiga jenazah awak pesawat tersebut ke Jila menggunakan helikopter Airfast.

"Nanti dari Jila, semua jenazah akan dibawa ke Posko SAR di Bandara Timika untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Mimika guna dilakukan proses identifikasi," kata John.

Saat ini, personel Tim Disaster Victim Identification Polda Papua sudah berada di Bandara Mozes Kilangin Timika guna membantu mengidentifikasi jenazah kru pesawat Caribou tersebut.

Pesawat DHC4 Caribou dengan kode penerbangan PK-SWW milik Pemerintah Kabupaten Puncak hilang kontak sejak Senin pagi, 31 Oktober 2016, dalam penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Aminggaru Ilaga.

Kepala Kantor SAR Timika Makhfud selaku koordinator misi pencarian pesawat DHC4 Caribou itu di Timika mengatakan pesawat nahas itu ditemukan oleh pesawat Trigana Air PK-YRF yang dipiloti Kapten Sormin pada Selasa pagi pukul 06.30 WIT di posisi 04.06'48 Bujur Barat dan 137.38'88 Bujur Timur, enam mil dari Ilaga, sembilan mil dari Jila.

"Lokasi itu lebih dekat ke Ilaga dibandingkan ke Jila. Kondisi pesawat hancur," kata Makhfud.

Pesawat buatan Kanada tahun 1972 itu dioperasikan oleh Asosiasi Penerbangan Pilot Indonesia. Dalam penerbangan mengangkut 3,1 ton bahan bangunan, pesawat dipiloti Kapten Fahmi Parhat (56) dengan kopilot R Fendy Ardianto (38), Steven David Basari (35) selaku EOB dan Endri Baringin Sakti P (40) selaku FOO.