Pendemo Ahok Asal Batam Menuju Jakarta Lewat Laut

Oleh Ajang NurdinKukuh Saokani pada 31 Okt 2016, 14:02 WIB
Diperbarui 31 Okt 2016, 14:02 WIB
20161014-Ribuan Massa Demo Ahok di Depan Balai Kota-Jakarta
Perbesar
Massa dari ormas Islam berorasi menyampaikan kecaman terhadap Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/10). Mereka berdemonstrasi terkait pernyataan Ahok yang dinilai menyinggung satu golongan masyarakat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Batam - Ketua Masjid Mardotillah Nagoya, Batam, sekaligus pengurus Front Pembela Islam (FPI) Batam, Surya Andi mengatakan sebagian rekannya sudah berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti unjuk rasa menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 4 November 2016.

Mereka berangkat sejak dua hari lalu. "Mereka sekarang lagi di perjalanan menuju Jakarta dengan menggunakan jalur laut," kata Surya, Senin (31/10/2016).

Menurut Surya, keikutsertaan rekan-rekannya merupakan bentuk perjuangan umat Muslim membela Alquran. Ia berharap pemerintah lebih jeli dan bijak menyikapi isu-isu tersebut agar tidak mudah diadu domba.

"Semoga demo nanti berlangsung lancar tidak ada-apa dan pemerintah cepat menanggapi keinginan umat Islam di Indonesia pada umumnya," ujar Surya.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Batam, Rustam Efendi Bangun mengimbau agar masyarakat Batam tidak terprovokasi dengan rencana unjuk rasa tersebut. Menurut dia, setiap orang berhak untuk mengungkapkan pendapatnya melalui demonstrasi asal disampaikan tanpa melanggar hukum.

"Yang terpenting jangan melanggar hukum. Islam itu ajaran yang memberikan rahmat bagi semesta alam," kata Rustam.

Hal senada juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. Menurut MUI, dugaan pelecehan agama yang ditujukan pada Ahok harus diatasi. Meski begitu, cara penyampaiannya harus disampaikan dengan baik.

"Sikap tegasnya kita serahkan kepada hukum, kadang-kadang menyikapi sesuatu suka berlebihan karena kalau berlebihan termasuk dzolim juga. Jadi ikut demo itu hak tapi jangan sampai melebihi batas," kata Ketua Umum MUI Jabar, Rachmat Syafe'i saat jumpa pers di kantor MUI Jabar, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Senin (31/10/2016).

Menurut dia, prioritas MUI saat ini yaitu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kondusif agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. "Intinya kami mendahulukan keutuhan NKRI. Itu jadi prioritas yang harus dikedepankan," ucap dia.

Rachmat menegaskan pihaknya melarang anggotanya untuk turun secara langsung ke jalan. Keputusan ini dikeluarkan setelah banyaknya desakan yang muncul agar MUI turut mengikuti aksi.

"Silahkan saja bagi pengurus MUI kalau mau turun ke jalan, tapi jangan menggunakan atribut MUI Jabar. Silahkan turun ke jalan secara personal saja, tidak menggunakan atribut berbau MUI Jabar," tutur Rahmat.