Pengacara 5 Tersangka Pembunuhan Sejoli Cirebon Miliki Bukti Baru

Oleh Panji Prayitno pada 28 Okt 2016, 10:02 WIB
Diperbarui 28 Okt 2016, 10:02 WIB
Rekonstruksi Geng Motor Cirebon Bunuh Sejoli Diwarnai Kericuhan
Perbesar
Ada empat TKP yang menjadi tempat rekonstruksi pembunuhan sejoli oleh anggota geng motor Cirebon. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Proses hukum terkait pembunuhan dua sejoli Cirebon oleh anggota geng motor terus dilakukan. Jajaran Polda Jabar maupun Polresta Cirebon telah merekonstruksi peristiwa keji itu.

Namun, dalam proses pengawalan hukum terhadap tujuh tersangka, pengacara tersangka anggota geng motor pembunuh pasangan sejoli Cirebon, Jogi Nainggolan, meyakini kelima tersangka akan bebas dari jeratan hukum.

"Saya yakin itu karena saya punya bukti lain dari pengakuan klien yang saya dampingi," kata dia, Kamis, 27 Oktober 2016.

Dia mengatakan akan mencabut BAP dan meyakini saat kejadian, kelima tersangka tidak berada di lokasi. Dia menyatakan kelima tersangka hanya kebetulan ada di lokasi saat penangkapan.

Bahkan, dia meyakini pengakuan tersangka saat pemeriksaan jajaran Polresta Cirebon tidak benar. Saat ditangkap dan digiring ke Mapolresta Cirebon, tutur Jogi, kelima tersangka berada di bawah tekanan.

"Tentunya rekan-rekan juga pasti tahu seperti apa kondisi psikologis orang ketika berada di bawah tekanan. Apalagi sampai mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Saya tidak perlu menceritakan itu di hadapan umum," ujar dia.

Keyakinannya diperkuat saat kasus tersebut dialihkan ke jajaran Polda Jabar. Dia mengatakan kelima kliennya merasa diperlakukan tidak manusiawi ketika diinterogasi jajaran Polresta Cirebon.

"Wajar kalau kemudian mereka juga tidak mau melanjutkan rekonstruksi karena saat memperagakan adegan mereka tidak merasa melakukannya," kata Jogi.

Sebelumnya, tujuh anggota geng motor Cirebon, tersangka pembunuhan sejoli RS dan VN, mendadak enggan melanjutkan rekonstruksi. Dari 28 adegan yang disiapkan Polda Jabar, para pelaku baru memperagakan tujuh adegan.

Penolakan tersebut lantaran para tersangka mendadak tidak mengakui perbuatannya membunuh dan menyiksa RS dan VN.