Dipicu Nasi Kuning, Danramil Manokwari Dapat 10 Jahitan di Kepala

Oleh Katharina Janur pada 27 Okt 2016, 18:32 WIB
Diperbarui 27 Okt 2016, 18:32 WIB
8-7-1996: Tragedi Pria Bergolok di TK Inggris
Perbesar
Ilustrasi pembacokan.

Liputan6.com, Jayapura - Danramil Kota Manokwari, Mayor Inf Harsono mendapatkan 10 luka jahitan di kepala, akibat bacokan benda tajam.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Royke Lumowa menyebutkan, saat kejadian Danramil sedang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Saat itu, ia menambahkan, Danramil berusaha melerai aksi massa.

"Danramil saat kejadian menggunakan baju preman, dia dikeroyok massa dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut Manokwari," kata dia, Kamis (27/10/2016).

Bentrokan warga di sekitar Pasar Sanggeng Kota Manokwari pecah, sekitar pukul 22.10 WIT. Satu orang tewas akibat kejadian tersebut dan lima lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL).     

Royke membantah dalam kejadian tersebut, anggotanya menggunakan peluru tajam, melainkan hanya dilengkapi dengan peluru karet. Ia menduga korban meninggal karena serangan jantung dan sudah meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Walaupun tertembak di bagian paha, tetapi tak mengenai tulang dan tak ada pendarahan. Kami sudah mendapatkan penyebab kematian dari dokter di RS Angkatan Laut," ujar dia.

Pemicu kejadian adalah saat tiga warga setempat membeli nasi kuning dan tak membayar nasi bungkus tersebut. Adu mulut pun terjadi dan satu orang ditikam dalam kejadian itu.

Tak terima ditikam, Vijau Paus-Paus langsung ke rumahnya dan membawa massa untuk serangan susulan. Bentrok pun terjadi dan menyebabkan Kota Manokwari lumpuh.

Hingga sore ini, Kota Manokwari masih mencekam, warga tak berani keluar rumah dan warga masih berjaga di sejumlah lokasi pemukiman. Kepolisian setempat bersama dengan TNI dan Fasharkan TNI AL masih menjaga lokasi kejadian di sekitar Pasar Sanggeng.