Usai Cekcok Gara-Gara Nasi Kuning, 1 Warga Tewas

Oleh Katharina Janur pada 27 Okt 2016, 15:31 WIB
Diperbarui 27 Okt 2016, 15:31 WIB
Nasi kuning ayam BBQ
Perbesar
Ilustrasi nasi kuning.

Liputan6.com, Jayapura - Seorang warga bernama Onisimus Rumayon (56) meninggal dalamĀ bentrokan di Pasar Sanggeng, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat. Kapolda Papua Barat, Brigjen Royke Lumowa menuturkan kejadian tersebut terjadi pada Rabu malam, 26 Oktober 2016, sekitar pukul 22.15 WIT.

Bentrokan, kata Royke, dipicu saat seorang pengunjung bernama Vijau Paus-Paus memesan nasi kuning di warung milik Masjidin, bersama dengan tiga rekannya. Setelah makan, ketiga orang itu hendak pergi tanpa membayar. Cekcok terjadi hingga Vijau terluka tikam oleh seseorang yang sampai saat ini masih dalam pengejaran.

Setelah ditikam, Vijau naik ojek ke rumahnya dan membawa massa untuk menyerang penjual nasi kuning. Bentrok pun terjadi dan menyebabkan enam orang luka-luka. Dua di antaranya terkena luka tembak.

Keenam korban tersebut adalah Onis Ramayon (56) yang terluka tembak di paha sebelah kanan, Tinus Urbinas (38) yang terluka bacok di tangan sebelah kiri, Ericsson (29) yang luka rahang patah, Faska Sroyer (18) yang terluka tembak di paha sebelah kanan, Vijau Paus-Paus (20) yang terluka tusuk di punggung sebelah kanan, dan Danramil Kota Manokwari Mayor Inf Harsono terluka bacok di kepala.

Lima korban yang masih hidup kini dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Manokwari.

"Korban atas nama Onisimus memang kena luka tembak, tetapi kematiannya bukan karena tembakan. Kami sudah pastikan itu. Bahwa dari keterangan dokter Rumah Sakit Angkatan Laut yang memeriksanya, tak ada pendarahan dan luka tembak tak mengenai tulang," ujar Royke, Kamis (27/10/2016).

Royke juga membantah bahwa peluru yang dibawa oleh anak buahnya di lapangan tak ada yang menggunakan peluru tajam, melainkan peluru karet.

"Memang ada tembakan di tengah bentrokan tersebut, tetapi semua tembakannya diarahkan ke udara, lalu tembakan pantul dan kalau pun ada yang kena luka tembak adalah di bagian-bagian yang tak mematikan," kata dia.

Tak hanya korban luka-luka saja, enam sepeda motor dibakar dan Pos Polisi Pasar Sanggeng juga dilempari massa dan mengakibatkan kaca pecah. Ada juga satu buah mobil dihancurkan massa. Sampai saat ini, polisi dibantu TNI masih mengamankan lokasi kejadian agar tak terjadi insiden lanjutan.