Usai Baca 2 Surat Alquran, Warga Bertikai Saling Berpelukan

Oleh Eka Hakim pada 21 Sep 2016, 12:46 WIB
Diperbarui 21 Sep 2016, 12:46 WIB
Si Kecil dan Si Besar Bertemu di Festival Alquran
Perbesar
Alquran berukuran jumbo itu ditulis selama dua tahun tiga bulan. (Liputan6.com/Yanuar H)

Liputan6.com, Makassar - Usai merenung dan membaca dua surat pendek dalam Alquran, masing-masing surah Al Fatihah dan Al Ikhlas, dua desa yang bertikai di Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang akhirnya berdamai.

Kapolres Enrekang AKBP Witarsa Aji mengatakan upaya perdamaian yang dimediasi pihaknya berjalan kondusif. Dua perwakilan kelompok dari dua desa dalam Kecamatan Baraka yang tadinya bertikai akhirnya bisa berdamai.

"Kedua kelompok dari Desa Salukanan dan Desa Tendenan itu kita pertemukan di Gedung SRDP Kecamatan Baraka. Proses mediasi sebagai upaya mengedepankan tindakan preventif guna menjauhkan dari kemungkinan tindakan konfrontasi langsung," ujar Witarsa via telepon, Selasa, 20 September 2016.

Ia mengungkapkan kedua desa itu yang terlibat dalam pertikaian sebenarnya masih sekeluarga. Jika tak segera dimediasi, ia menilai akan merusak keamanan warga setempat hingga diputuskan untuk saling dipertemukan.

Setelah dikumpulkan, para perwakilan dua desa tersebut kemudian diajak untuk merenung dan membaca Surah Al Fatihah serta Surah Al Ikhlas, kemudian dilanjutkan dengan saling salaman dan berpelukan satu sama lain.

"Alhamdulillah, keduanya akhirnya dapat berdamai dan saling memaafkan usai merenungi isi dari surah tersebut. Semoga kedua pihak akan terus langgeng bersama dalam menjaga situasi kamtibmas di daerahnya masing-masing," ujar Witarsa.

Usai mediasi, kedua warga dua desa sepakat untuk berdamai dengan syarat semua pemasok minuman keras, termasuk tuak agar dirazia. Hal itu bertujuan meminimalisasi terjadinya perkelahian. Selain itu, kedua belah pihak juga berharap dilaksanakan kegiatan masyarakat,seperti pertandingan olahraga bersama.