TKI Asal Kupang Meninggal Saat Bekerja di Kebun Sawit Malaysia

Oleh Ola Keda pada 12 Sep 2016, 19:05 WIB
Diperbarui 12 Sep 2016, 19:05 WIB
20151111-TKI-Jakarta-Angga-Yuniar
Perbesar
Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menunggu bus di Bandara Soekarno Hatta,Tangerang, Rabu (11/11). Sebanyak 450 WNI overstayers dan TKI undocumented dari Jeddah, Arab Saudi dipulangkan pemerintah Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Kupang - Kabar duka buruh migran di negeri jiran, kembali terdengar. Sepriana Tato, warga Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang baru setahun di Malaysia, jatuh sakit dan meninggal dunia saat bekerja di perkebunan sawit.

Menurut Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT Tato Tirang, wanita yang hanya berijazah sekolah dasar (SD) ini direkrut sebagai buruh migran pada Juli 2016 melalui sebuah perusahaan penyalur jasa TKI di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang. TKI berusia 20 tahun ini kemudian bekerja pada perkebunan kelapa sawit di Malaysia bagian timur.

"Dia (Seprina) mengalami kejang-kejang saat bekerja dan mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 1 September 2016, pukul 01.00 waktu setempat. Berdasarkan informasi keluarganya, ia sudah berumah tangga dan memiliki seorang anak perempuan," ucap Tirang kepada Liputan6.com di Kupang, Minggu, 11 September 2016.

Tirang menjelaskan, Sepriana berangkat ke Malaysia dengan dokumen resmi. Ia jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Saat ini, menurut Tirang, jenazah TKI Malaysia itu telah dikirim pulang dan diterima keluarga.

Ia menambahkan, selain Sepriana ada pula TKI atas nama Siprianus Tukan, warga Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT yang meninggal dunia di Malaysia. Siprianus berangkat ke Malaysia, tanpa prosedur ataupun jalur resmi.

"Jenazah Siprianus dikirim dengan pesawat Kalstar menuju Kabupaten Ende. Sebelumnya, jenazahnya disemayamkan di ruangan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah WZ Yohanes, Kupang," Kepala BP3TKI NTT tersebut menandaskan.