Arya Bocah Yatim Bali, Asuh Adik Tetap Berprestasi

Oleh Dewi Divianta pada 08 Sep 2016, 16:32 WIB
Diperbarui 08 Sep 2016, 16:32 WIB
Arya Bali
Perbesar
Bocah Arya dan adik-adiknya hidup tanpa orang tua (Liputan6.com / Dewi Divianta)

Liputan6.com, Karangasem, Bali - Bocah 14 tahun bernama Nyoman Arya hidup mandiri. Ary‎a merupakan bocah kelas 2 SMP. Ia selalu tampak ceria kepada setiap orang yang datang menemuinya. Seolah tak ada beban hidup yang dihadapinya. Namun ternyata, Arya hidup di rumah hanya dengan dua adiknya, Ketut Sana (12) dan Wayan Sudirta (4,5).

Bocah yang murah senyum itu ternyata salah satu siswa berprestasi. Menurut pengakuan Arya dan salah satu kerabat jauhnya, ia masuk peringkat kedua di kelasnya.‎

"Saya di sekolah dapat peringkat dua," ucap bocah Arya saat ditemui Liputan6.com di kediamannya, Bukit Puncak Sari, Dusun Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (8/9/2016).

Tiap pagi Arya selalu bergegas berangkat ke sekolahnya yang berjarak sekitar dua kilometer. Tak ada yang mengantarnya. Ia berjalan kaki menyusuri tanah berdebu. Jika hujan turun, sudah barang tentu jalan tanah itu berlumpur.

Tiap hari pula, saban pulang dan pergi Arya menggendong adik bungsunya, Wayan Sudirta. Ya, si bungsu selalu diajak Arya ke sekolah.

"Dia (Wayan Sudirta) ikut saya ke sekolah, di dalam kelas," Arya memaparkan.

Menurut Arya, gurunya mengizinkan ia mengajak serta adiknya masuk ke dalam kelas. Sebab, gurunya memafhumi jika Sudirta tak ada yang menjaga jika ditinggal di rumah. Ayah Arya telah meninggal dunia lima tahun lalu lantaran menderita sesak napas. Sementara ibunya baru saja menikah dua bulan lalu.

"Kalau di dalam kelas adik saya tidak pernah nakal. Dia tidak mengganggu teman-teman Arya belajar," ujar Arya.

Bahkan, teman-teman di kelasnya senang dengan kehadiran Wayan Sudirta. "(Wayan Sudirta) diajak main sama teman-teman Arya," ia menambahkan.

Arya sendiri hanya berbekal Rp 2 ribu saja di sekolah. Uang itu ia gunakan bersama adiknya untuk membeli kerupuk.

"Dua ribu cukup, beli kerupuk saja. Dimakan berdua sama adik pakai saus," tutur Arya lirih.

Meskipun hidup serba keterbatasan, bocah Arya tak pernah mengeluh. Ia tegar menghadapi hidup. Bagi bocah Bali tersebut, ia akan berjuang meraih cita-citanya menjadi polisi untuk membahagiakan kedua adiknya.